Hari istimewa 'apa pun yang terjadi': Pasangan Filipina menikah di bawah awan vulkanik

(Reuters) - Erupsi bencana gunung api Taal tidak menyurutkan pasangan yang akan menikah di Filipina akhir pekan lalu. Apa pun yang terjadi mereka tetap melangsungkan acara pernikahan di bawah awan vulkanik.

Dalam apa yang telah dibuat untuk rekaman dramatis kamera yang telah menyebar di media sosial, pasangan Chino dan Kat Palomar bertukar janji di Provinsi Cavite pada Minggu (12/1) di bawah awan asap dan abu raksasa dari Gunung Taal, salah satu gunung berapi aktif terkecil di dunia.

"Suasana hati itu sangat tenang meskipun ada kepulan asap besar yang sudah terlihat jelas di area upacara," kata Randolf Evan, fotografer pernikahan.

Evan menceritakan bagaimana gunung berapi mulai memuntahkan asap satu atau dua jam sebelum pernikahan dimulai, dan mengatakan abu mulai turun di pesta menjelang akhir upacara.

Lebih dari 24.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka di pulau vulkanik di mana Gunung Taal terletak di selatan pusat Manila, dan segera diikuti oleh daerah sekitarnya -- yang biasanya menjadi tempat wisata populer.

Para pengguna media sosial menanggapi dengan takjub foto-foto mempelai wanita dan pria dan kerabat mereka di tenda kanvas putih yang diterangi dengan lampu-lampu di bawah awan mengepul yang disambar petir.

"Kudos kepada pasangan yang merencanakan pernikahan," tulis satu komentar lucu. "Ini akan membuat mereka tangguh ke depannya," sambungnya.

Meskipun latar belakangnya mengkhawatirkan, Evan mengatakan pasangan pengantin itu tidak terlalu terpengaruh.

"Mereka benar-benar santai dan dapat menguasai diri sepanjang acara pernikahan," kata Evan.

"Kami kemudian mengetahui jika mereka telah merencanakan pernikahan ini selama 8 tahun dan (mempunyai) dua anak, jadi hari ini akan tetap menjadi hari istimewa, apa pun itu, dengan atau tanpa intervensi gunung berapi Taal!"