Hari ke-10 PPKM Darurat, Polisi Klaim Masyarakat Mulai Taat

·Bacaan 1 menit

VIVAPolisi mengklaim masyarakat mulai mentaati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali. Sejumlah titik penyekatan di Jakarta Selatan disebut tak macet pada hari ke-10 salah satunya di Jalan Raya Lenteng Agung.

"Alhamdulillah sudah mulai banyak yang mengerti. Antrean tidak panjang, kondusif. Sudah tahu di sana, orang sudah mengerti, kan sudah lama dari (Sabtu, 3 Juli). Tadi laporan terakhir belum ada (kemacetan)," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Sri Widodo kepada wartawan Senin, 12 Juli 2021.

Kata dia, titik penyekatan di Simpang Fatmawati dan Jalan Pangeran Antasari pun demikian. Pihaknya mengklaim tak ada kepadatan di titik tersebut. Dua titik itu mulai ditutup pukul 06.00-10.00 WIB. Dirinya mengatakan dari pukul 06.00-08.00 WIB, petugas yang menjaga penyekatan akan membuka jalan.

"Alhamdulillah ini dari tadi pagi pukul 06.00-08.00 WIB lalu lintas terkendali, cukup lancar aman terkendali, kondusif. Kami kasih jalan untuk esensial dan kritikal. Jadi pukul 09.30 WIB sudah kami tutup untuk yang bukan medis," kata dia.

PPKM Darurat diberlakukan mulai 3-20 Juli 2021. Masyarakat yang boleh melakukan aktivitas kerja hanya sektor esensial dan kritikal. Kecuali itu, wajib kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kegiatan olahraga juga dilarang selama PPKM Darurat. Proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Restoran buka hingga pukul 20.00 WIB dengan ketentuan tidak melayani makan di tempat.

Pelanggar PPKM Darurat bisa dipidana dan dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dengan ancaman penjara 1 tahun dan/atau denda Rp1 juta.

Baca juga: Polisi Bakal Jerat Dokter Lois Owien dengan Pasal Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel