Hari Ketiga PPKM Darurat di Medan, Ini Evaluasi Wali Kota Bobby

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat ada di Kota Medan. Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Nasution menyebutkan berdampak dengan disiplinnya masyarakat di ibu kota Provinsi Sumatera Utara dalam memperketat Protokol Kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kota Medan yang sedang PPKM darurat, tentunya ini akan membuat lebih disiplin lagi kepada masyarakat. Prokes sudah disampaikan," ucap Bobby Nasution disela-sela peninjauan pelaksanaan vaksinasi massal bagi pelajar SMA dan SMP di SMP Negeri 11 Medan, Rabu 14 Juli 2021.

Dalam catatan evaluasi pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Medan, berlaku sejak 12 hingga 20 Juli 2021. Menantu Presiden Jokowi itu, mengungkapkan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan dan target. Meski masih dalam tahap sosialisasi.

"Saya sampaikan, masyarakat Kota Medan, atau sekitar kota Medan atau hari-harinya bekerja di Kota Medan. Saya ingin menginformasikan, hari ini adalah terakhir sosialisasi. Ke depan akan ada tindakan lebih tegas di lapangan," sebut Bobby Nasution.

Selain itu, Bobby Nasution mengatakan Pemerintah Kota Medan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang sudah membantu dukungan dalam personil atau pasukan dalam pelaksanaan PPKM darurat ini.

"Yang penting dalam PPKM darurat ini, 5 M. Mengurangi mobilitas ini benar-benar bisa kita ciptakan. Dan saya sampaikan, untuk teman-teman di lapangan juga. Ini sudah kita tetapkan yang esensial, non esensial dan kritikal. Memang kemarin, saya akui ada beberapa penempatan kelas ada sedikit mis komunikasi antara kritikal dan esensial," jelas Bobby Nasution.

Bobby Nasution mengungkapkan pihaknya terus melakukan tracking di tengah masyarakat untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kota Medan. Peningkatan dalam seminggu terakhir sudah 2.000-an orang sudah dilakukan test.

"Kasus bertambah sejalan dengan jumlah test yang kita lakukan. Peningkatan dalam seminggu terakhir sudah 2.000-an di test. Namun ini bisa dilihat juga positifity rate sebenarnya turun 2 persen. Dari 30,01 sekarang 28 persenan," katanya.

"Ini berarti, walaupun meningkat. Namun yang harus kita lihat indikatornya positifity rate. Ini berarti jumlah ditesting dan positif memang berkurang. Namun jumlahnya ini, tidak bisa kita anggap main-main," tambah suami Kahiyang Ayu itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel