Hari Lahir Pancasila, Risma Minta Pegawai Kemensos Tegakkan Integritas

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin Presiden Joko Widodo secara daring dari kantor Kementerian Sosial Jakarta. Segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) pun mengikuti dari kediaman masing-masing dengan mengenakan pakaian adat.

Mensos berpesan kepada segenap pegawai di Kementerian Sosial, agar menjadi bagian dari upaya memperkokoh penanaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila melalui tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Banyak hal bisa dilakukan. Termasuk dengan bekerja sungguh-sungguh melayani kebutuhan masyarakat. Sebab, masyarakat yang kita bantu ini kan masyarakat kurang mampu yang menunggu apa yang kita kerjakan,” kata Risma, Selasa, 1 Juni 2021.

Risma menyatakan, apa yang dikerjakan kelihatannya ringan. Akan tetapi, di Kemensos mempunyai peran yang sangat penting dalam membantu masyarakat Indonesia.

“Seperti tanda tangan surat atau apa. Memberikan bantuan itu jangan salah ya. Mereka yang dibantu ini sangat senang. Biarpun Rp100 ribu itu sangat berarti. Bagi kita mungkin kecil. Tapi bagi masyarakat itu besar sekali,” ujarnya.

Menurut dia, menegakkan moral dan integritas merupakan salah satu cara membumikan nilai-nilai Pancasila. Ia meminta segenap pegawai di Kementerian Sosial menegakkan disiplin dan menjaga integritas, terutama dalam pengelolaan data masyarakat miskin yang menjadi tugas Kemensos.

Untuk itu, Risma mengingatkan, kesalahan kecil bisa berakibat fatal, terutama bila disebabkan oleh cara kerja yang tidak berintegritas.

“Saya minta semua teman-teman di lingkungan Kementerian Sosial menegakkan integritas. Bayangkan bila kita salah mengetik angka, maka bisa berakibat kerugian negara sangat besar,” katanya.

Mensos juga meminta semua pegawai dan pilar-pilar sosial ikut menjaga dalam penggunaan dan persebaran informasi melalui perangkat digital. Lalu, dimaksimalkan untuk kebutuhan produktif dan konstruktif menjaga dan merawat kemajemukan bangsa.

"Bukan untuk membuka ruang bagi persebaran paham atau pemikiran yang bertentangan dengan ideologi negara,” ujarnya.

Kemudian, ia juga meminta jajarannya tidak ragu bekerja dengan sepenuh hati, tulus, dan ikhlas, meskipun berat. Bagaimana hal ini bisa terjadi, menurut Mensos, sepenuhnya tergantung pada diri kita sendiri. “Kalau kita berbuat baik, Allah akan memberikan balasannya,” katanya.