Hari Laut Sedunia, Menko Luhut Ajak Masyarakat Tak Buang Sampah Sembarangan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak untuk terlibat dalam mengatasi sampah laut. Laut tidak boleh menjadi tempat pembuangan sampah karena bisa merusak ekosistem dan keanekaragaman hayati.

"Kita tidak bisa hanya berdiam diri dan melihat lautan menjadi tempat pembuangan sampah, ekosistem lautnya yang rusak, hilangnya keanekaragaman hayati," kata Luhut di Guiyang, China, Selasa (8/6/2021).

Selain itu, laut yang banyak sampahnya bisa menyebabkan naiknya permukaan laut dan meningkatnya polusi yang mengancam kehidupan di bawah air. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Luhut menyebut Indonesia sangat peduli dengan pemanfaatan dan pengelolaan wilayah laut yang menitikberatkan pada pembangunan sektor kelautan secara berkelanjutan. Hal ini dibuktikan oleh pemerintah, baik di dalam negeri maupun di percaturan kelautan global.Oleh karena itu, Menko Luhut mengajak semua pihak untuk bahu-membahu menjaga laut.

"Pemerintah Indonesia, paling tidak sejak 2014, kembali memfokuskan arti penting kelautan dan kemaritiman dalam program kerja nasional. Salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan laut berkelanjutan," ujarnya.

Sedangkan di tingkat global, Indonesia menjadi yang terdepan dalam melahirkan ide sekaligus merajut kerja sama dalam mengelola dan menjaga laut. Salah satunya melalui Archipelago and Island States Forum (AIS), yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia dan dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama UNDP sejak tahun 2017.

Melalui forum tersebut, Indonesia mendorong negara-negara pulau dan kepulauan untuk bersama menjaga laut bagi generasi mendatang dan mengubah tantangan menjadi peluang melalui inovasi.

"Lautan telah memberikan manfaat yang berlimpah bagi kehidupan manusia, untuk itu kita harus mendorong upaya pemulihan ekonomi global dari dampak pandemi dengan penerapan prinsip ekonomi biru," tegasnya.

Keyakinan Luhut

Kapal MT Wanda yang tenggelam di Johor membuat perairan kawasan Nongsa, Batam, Provinsi Riau, dipenuhi minyak. (Liputan6.com/ Ajang Nurdin)
Kapal MT Wanda yang tenggelam di Johor membuat perairan kawasan Nongsa, Batam, Provinsi Riau, dipenuhi minyak. (Liputan6.com/ Ajang Nurdin)

Dia juga mengingatkan semua pihak agar dapat berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih baik di darat dan di bawah air untuk generasi yang akan datang. Ia percaya perubahan akan terjadi jika dilakukan secara bersama-sama.

"Bersama-sama, mari kita mengambil tindakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, melindungi ekosistem global dan melestarikan kehidupan laut, karena laut memilih kita untuk menjadi sahabat bagi keberlangsungannya," kata dia.

Sebagai informasi, setiap tanggal 8 Juni, dunia memperingati Hari Laut Sedunia, atau World Ocean Day. Ide peringatan World Ocean Day bermula dari Earth Summit yang diadakan di Rio de Janeiro, pada 1992. Ide ini muncul dari semakin disadarinya arti penting dari laut dalam menunjang perikehidupan manusia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel