Hari Pangan Sedunia, 4 Daerah di Sulut Serentak Tanam dan Panen Jagung

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Manado - Menyemarakkan Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2021, Dinas Pertanian Provinsi Sulut bersama Karantina Pertanian Manado dan Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) menggelar kegiatan tanam jagung dan panen raya yang dilaksanakan di empat daerah di Sulut.

Empat daerah yang dipilih sebagai area pelaksanaan HPS di Sulut adalah Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kota Bitung.

“Sejalan dengan arahan Bapak Menteri Pertanian, Karantina Pertanian Manado siap membantu menjaga ketersediaan pangan serta mencegah masuk dan keluarnya organisme pengganggu tanaman dari dan ke luar wilayah kerja kami,” ujar Kepala Karantina Pertanian Manado Donni Muksydayan, Rabu (27/10/2021).

Donni menjelaskan, untuk tanam jagung di Kabupaten Minahasa Utara dihadiri oleh Bupati Minahasa, Kadis Pertanian Provinsi dan Kadis Kabupaten Minahasa Utara di areal seluas 5 Ha di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat.

Selanjutnya untuk tanam jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada areal seluas 2 Ha di desa Tutuyan Kecamatan Tutuyan. Untuk tanam jagung di Kota Bitung dengan areal seluas 2 Ha di Kelurahan Danowudu, Kecamatan Ranowulu.

“Dan untuk panen padi di Kabupaten Bolaang Mongodow pada areal sawah seluas 15 Ha di Desa Konarom, Kecamatan Dumoga Tenggara,” ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menjaga Ketersediaan Pangan

Diketahui, dalam peringatan HPS ke-41 tahun 2021, Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo melakukan panen dan tanam komoditas pertanian serentak di 41 titik di seluruh Indonesia, termasuk di Sulut.

Peringatan HPS tahun 2021 dipusatkan di Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dan turut diikuti oleh seluruhKabupaten/Kota di Indonesia secara virtual, Senin (25/10/2021).

Mentan Syahrul dalam arahannya menekankan pada langkah antisipasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian harus menggunakan teknologi dan praktik berbasis pada bukti saintifik.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Bambang menyampaikan bahwa Karantina Pertanian selalu siap bersinergi bersama dalam menjaga keamanan dan ketersediaan pangan, termasuk di Sulut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel