Hari Pertama Kerja, Jurnalis Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

Merdeka.com - Merdeka.com - Pasukan Israel membunuh seorang perempuan Palestina pada Rabu di kamp pengungsi Al-Arroub, utara Hebron.

Kementerian Kesehatan Palestina menyampaikan, Ghufran Warasneh (31), seorang jurnalis dari kamp pengungsi Al-Arroub ditembak di gerbang kamp pada Rabu pagi. Dia lalu dilarikan di rumah sakit Ahli, Hebron dan dinyatakan meninggal satu jam kemudian.

"Warasneh ditembak di dada, sangat dekat dengan jantungnya," kata juru bicara rumah sakit Ahli, dikutip dari laman Al Araby, Kamis (2/6).

"Dia kehilangan sangat banyak darah dan jantungnya berhenti," lanjutnya.

Sepupu Ghufran, Abdul Rahman Warasneh mengatakan sepupunya itu sedang berangkat kerja sekitar pukul 07.40 melalui gerbang kamp di mana pasukan Israle biasanya berjaga.

"Beberapa menit kemudian kami mendengar kabar seseorang ditembak dan saya bergegas ke gerbang kamp dengan beberapa orang lainnya, mendapati kalau itu Ghufran," jelasnya.

"Ketika orang tuanya tahu kabar ini, mereka sangat hancur. Dia anak tertua mereka dan pencari nafkah utama mereka," lanjutnya.

"Dia belum menikah dan tinggal bersama mereka dan merawat adik-adiknya."

Ghufran baru melamar sebagai presenter berita di Radio Dream Hebron dua pekan lalu.

"Dia berhasil lolos beberapa tes kualifikasi dan diterima dan hari ini (Rabu) adalah hari kerja pertamanya," kata direktur dan produser program Radio Dream, Talab Jaabari.

"Kami menunggunya untuk on air pertama kali sebagai penyiar baru kamu, tapi kami malah menerima berita pembunuhannya," sesal Jabaari.

Media Israel mengklaim tanpa bukti bahwa Ghufran membawa pisau dan berusaha menikam tentara Israel. Keluarga dan koleganya membantah klaim tersebut.

Seorang saksi mata di kamp Al-Arroub mengatakan Ghufran ditembak saat berdiri sekitar 2 meter dari tentara Israel.

Ghufran Warasneh adalah jurnalis Palestina kedua yang dibunuh tentara Israel dalam kurun waktu kurang dari sebulan, setelah pembunuhan jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Aqla di kamp pengungsi di Jenin, Tepi Barat yang diduduki pada 11 Mei lalu.

Total orang Palestina yang dibunuh tentara Israel sejak awal 2022 bertambah menjadi 56. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel