Hari Pertama Penerapan Ganjil Genap, Lalu Lintas Menuju Puncak Lengang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Arus lalu lintas kendaraan menuju Puncak Bogor lengang pada hari pertama penerapan ganjil genap. Dari pantauan, hujan deras mengguyur kawasan menuju Puncak sejak Jumat hingga Sabtu, 11 September 2021 dini hari

Dari Simpang Gadog hingga arah Puncak Pass, suasana kawasan Puncak tidak padat seperti dua akhir pekan sebelumnya di tengah penerapan PPKM untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Kendaraan roda empat dan roda dua tampak begitu terseleksi dari arah Jakarta melaju arah Puncak setelah melalui penyekatan di Simpang Gadog.

Begitu pun kendaraan dari arah Cianjur menuju Jakarta yang melintas, ada satu dua kendaraan dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam di kedua arah.

Petugas gabungan dari TNI/Polri, dishub, dan satpol PP yang berjaga di lokasi penyekatan Simpang Gadog membagi dua jalur kendaraan ganjil dan genap. Bagi kendaraan yang kedapatan berpelat nomor ganjil atau tidak sesuai dengan tanggal kalender, segera diputar balik.

Kendaraan juga diwajibkan berjalan pelan hingga melewati seleksi dari petugas yang memeriksa pelat dan protokol kesehatan pengendara, yakni penggunaan masker.

Lima polres/polresta di kawasan aglomerasi Bogor Raya, yakni Polres Bogor, Polresta Bogor Kota, Polrests Sukabumi Kota, Polres Sukabumi, dan Polres Cianjur memberlakukan ganjil genap selama 24 jam untuk menghindari masyarakat yang menyiasati waktu keberangkatan ke Puncak Bogor, melihat waktu kosong penyekatan seperti sebelumnya.

"Menghadapi weekend, khawatir seperti kemarin mereka mencari kapan harus berjalan dan kapan (petugas) kosong sehingga kami cut, lakukan penyekatan," kata Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor Iman Wahyu Budiana seperti dikutip dari Antara.

Pengusaha Kuliner Lesu

Sementara itu, usaha kuliner sekitar Gadog hingga Jalan Raya Puncak pun terlihat sepi pengunjung. Tidak banyak masyarakat yang melipir untuk sekadar beristirahat di rumah makan atau warung-warung.

Rumah Makan Padang Pondok Indah Raya di wilayah Cipayung yang buka selama 24 jam tidak banyak menerima pesanan maupun pengendara yang singgah untuk makan.

"Konsumen menurun hingga 50 sampai 70 persen di akhir pekan ini karena ada penyekatan dari arah Cianjur dan Gadog," kata Manajer RM Pondok Indah Raya Cipayung Yudi.

Ia mengaku omzetnya yang biasa mencapai Rp 10 juta menurun sekitar Rp 5 juta sampai Rp 3 juta sehingga membuat usahanya kembali melesu.

"Minggu kemarin mending, dari arah Cianjur masih bisa ke bawah, cuma dari bawah (Gadog) yang susah ke atas harus pakai vaksin, kami tertolong dari situ," katanya.

Yudi berharap ganjil genap segera berlalu karena berdampak pada usaha tempatnya berkerja sehari-hari.

"Kami 24 jam buka. Namun, yang datang bisa dilihat, ya, sepi. Masih ada yang datang meski tidak banyak," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel