Hari Santri, Menag Minta Pesantren Jangan Jadi Klaster COVID-19

Hardani Triyoga, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Agama Fachrul Razi mengingatkan agar pondok pesantren lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Corona COVID-19. Lebih dari tujuh bulan pandemi mewabah Tanah Air, pesantren menjadi salah satu titik rawan penyebaran virus ini.

“Pesantren adalah entitas yang sangat rentan persebaran COVID-19. Maka kewaspadaan harus selalu ditingkatkan,” demikian bunyi pidato Menag yang disampaikan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi di malam puncak peringatan Hari Santri 2020, di Kementerian Agama Jl. HM Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu malam, 21 Oktober 2020.

Baca Juga: Menteri Agama Fachrul Razi Pastikan Dirinya Sembuh dari COVID-19

Menurut Fachrul, keterbatasan fasilitas dan sarana kesehatan adalah titik lemah yang dapat menjadi pintu masuk penularan virus ini di pesantren. Pola interaksi dan komunikasi yang intens di dalam pesantren juga menjadi kebiasaan yang tidak menguntungkan bagi pertahanan terhadap wabah ini.

“Saya yakin, jika santri dan keluarga besar pesantren mampu melampaui pandemi ini dengan baik, insha Allah negara kita juga akan sehat dan kuat,” jelasnya.

Untuk membantu pesantren meningkatkan layanan kesehatan, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren sudah mengucurkan bantuan operasional pesantren sebesar Rp2,4 triliun.

Angka ini memang belum sebanding dengan jumlah pesantren yang mencapai 28.900 di seluruh Indonesia. Namun, Menag berharap bantuan ini dapat meringankan beban pesantren.

Menag mengapresiasi beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak pandemi di lingkungannya. Menurutnya, hal itu menjadi bukti nyata pesantren memiliki daya tahan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang ada.

Modal utamanya adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, keteladanan dan sikap kehati-hatian kiai.

Terkait peringatan hari santri di tengah pandemi, Menag mengapresiasi para kiai dan santri pondok pesantren atas jasa-jasanya.

“Jangan pernah lelah untuk berkontribusi untuk negeri ini. Saya percaya, selama santri pondok pesantren terus berdedikasi demi bangsa, selama itu pula negara tercinta ini akan aman dan sentosa,” ujarnya.

Dalam peringatan Hari Santri 2020 mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Acara itu dihadiri Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Masdar Faris Mas’udi, Ketua Komisi VIII DRRI Yandri Susanto, dan para undangan yang diatur dengan protokol kesehatan secara ketat dan sudah menjalani rapid test.

Peringatan Hari Santri tahun ini jatuh pada tanggal 22 Oktober, mengacu pada Keputusan presiden nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri. Tanggal ini diambil dari peristiwa tercetusnya “resolusi jihad” dari Pesantren Tebu Ireng, Jombang pada 22 Oktober 1945, yang berisi fatwa perlawanan melawan penjajah Belanda demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.