Hari Sumpah Pemuda, PDIP Minta Anak Muda Gelorakan Persatuan Jelang Pemilu 2024

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menginstruksikan seluruh jajaran kader pemuda partai untuk menggelorakan semangat Sumpah Pemuda. Terutama dalam menyambut kontestasi pemilihan umum (Pemilu) 2024.

"Wajib bagi seluruh pemuda-pemudi anggota PDI perjuangan untuk menggelorakan semangat Sumpah Pemuda dan ikrar Sumpah Pemuda tiap hari," kata Hasto dalam sambutan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (27/10).

"Begitu kita bangun, kita gelorakan, kita satu tanah air, kita satu bangsa, kita punya bahasa persatuan, itu yang harus diwajibkan," sambungnya.

Hasto mengingatkan hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, menurutnya saat ini situasi politik cenderung mengarah pada praktik-praktik politik identitas.

"Karena sekarang cenderung ada politik identitas. Mereka mengklaim kebenaran sejarah atas perspektif kepentingan politik mereka," ujarnya.

Hasto menegaskan, politik PDI Perjuangan adalah politik kebangsaan, yang mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia, agar kita bisa menjadi pemimpin di antara bangsa di dunia.

"Itu politik kebangsaan kita. Politik Pemuda Indonesia adalah menggelorakan kepemimpinan itu, menggembleng diri sebagai calon-calon pemimpin," ucap Hasto.

Untuk melawan tantangan dalam menghadapi Pemilu, Hasto juga meminta para Pemuda Indonesia bergelora semangatnya untuk menggembleng ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, jik tanpa melakukan riset dari inovasi, tidak akan bangsa Indonesia menjadi negara maju.

"Kalau kita tidak menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan seluruh kekayaan alam, (akan) menjadi ajang pertarungan kepentingan asing ketika para pemuda Indonesia juga kehilangan sesuatu jiwa kepeloporannya untuk menyatakan bahwa kita bisa berdiri di atas kaki sendiri," jelas Hasto.

Dia juga mengingatkan agar para pemuda Indonesia terus menggelorakan spirit dan menjiwai semangat Trisakti. "Berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan," kata Hasto. [tin]