Harimau di Kebun Binatang Jambi Melahirkan 3 Bayi

TEMPO.CO , Jambi: Harimau koleksi Kebun Binatang Taman Rimba Jambi yang bernama Uni, 8 tahun, Ahad, 23 September 2012, melahirkan tiga anak. Hanya saja, seekor di antaranya kondisi tubuhnya lemah dan akhirnya mati.

"Kita sangat senang dan menyambut baik kelahiran anak harimau pasangan harimau bernama Uni dan Peter, penghuni kebun binatang ini sejak sekitar tiga tahun lalu," kata Kepala Seksi Pemeliharaan dan Perawatan Satwa Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, Arif Makhfud, Senin, 24 September 2012.

Pasangan Uni dan Peter ini, yang didatangkan dari Kebun Binatang Ragunan Jakarta tiga tahun lalu itu, pada Januari 2011 juga melahirkan dua anak: Mayang dan Ayu.

Menurut Arif, dengan ditambah dua anak harimau ini, maka harimau Sumatera yang dipelihara di kebun binatang ini sekarang menjadi delapan ekor. Tiga ekor masih bayi dan lima lainnya harimau dewasa.

Hanya saja jenis kelamin anak harimau yang baru lahir itu belum diketahui, karena belum sempat diperiksa. Sebab petugas masih takut mengingat induknya masih agresif.

Pihak kebun binatang setempat, kata Arif, akan lebih meningkat pola perawatan, terutama terhadap Umi, induk dari bayi binatang ini. Di antaranya dengan cara menambah porsi makannya.

Namun Arif tidak bisa menjelaskan secara rinci berapa porsi asupan makanan yang diberikan kepada harimau-harimau itu.

Dua ekor harimau yang ada, yakni bernama Mayang dan Ayu, menurut rencana akan ditukar dengan sepasang singa dari kebun binatang Pematang Siantar, Sumatera Utara.

"Rencana baru sebatas wacana, itu terungkap saat adanya pertemuan para pengurus seluruh Indonesia belum lama ini. Kalau pun jadi mungkin tahun depan baru terealisasi," katanya.

SYAIPUL BAKHORI

Berita lain:

Evra Senang Kembali Jabat Tangan Suarez  

10 Rumah di Menteng Dilalap Api

Pabrik Foxconn Ditutup Usai Kerusuhan

Soal Iklan Kampanye Prabowo, APPSI Diperiksa Polda

Saksi Tak Tahu Peran Mulyadi di Kelompok Abu Umar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.