Harimau Muncul di Kebun dan Halaman Rumah, Warga Bengkalis Ketakutan

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Konflik antara harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan manusia terjadi di Dusun 2 Tanjung Potai, Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, dalam beberapa hari terakhir. Satwa buas yang dilindungi itu muncul di kebun dan permukiman sehingga membuat warga ketakutan untuk beraktivitas.

Teranyar, dua petani dikejutkan dengan kemunculan di lahan perkebunannya saat mereka akan memanen buah sawit pada Sabtu (16/4) sore. Keduanya pun langsung pulang dan mengurungkan niatnya untuk memanen.

Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika membenarkan munculnya harimau di kebun sawit warga itu. Dia menjelaskan, ini bukan pertama kali si belang meresahkan warga.

"Ya, ada dua orang petani, Sabtu kemarin melihat seekor harimau, yang diduga harimau tersebut yang sudah membuat resah masyarakat beberapa hari belakangan ini," kata Maitertika, Senin (18/4).

Harimau Garukkan Badan di Dinding Rumah Warga

Beberapa hari sebelumnya, warga sekitar juga dihebohkan dengan munculnya harimau di halaman rumah. Bahkan saat itu si belang menggaruk-garukkan badannya di dinding rumah.

Kondisi ini membuat warga ketakutan. Video kemunculannya juga sempat direkam oleh pemilik rumah.

Dalam video itu pemilik rumah ketakutan. "Harimau sumatera ini seperti kucing mendatangi rumah warga, dan menggarukkan badannya di sudut rumah. Harimau juga memangsa anjing warga. Sebelumnya ada 8 ekor anjing yang telah dimangsa," kata dia.

BBKSDA Siapkan Evakuasi

Saat ini tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, kepolisian, serta TNI masih berjaga di sekitar lokasi.

Petugas juga berencana mengevakuasi harimau itu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Saat ini tim masih berada di lapangan, untuk memantau situasi, agar masyarakat tidak melakukan pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi," jelas Maitertika. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel