Harimau Sumatera terjerat perangkap babi hutan

MERDEKA.COM. Warga Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat menemukan seekor harimau Sumatera liar ada jerat perangkat babi di sekitar Jorong Bukit Gading, Nagari Ampang Kuranji Kecamatan Koto Baru. Akibatnya, kaki depan sebelah kanan harimau malang itu bengkak.

"Saat ditemukan, harimau yang diperkirakan sudah berumur dua tahun tersebut dalam keadaan sehat. Namun kaki depan sebelah kanan dalam kondisi bengkak akibat terjerat rantai sling yang biasa digunakan warga untuk menjerat babi hutan pengganggu tanaman," kata anggota polisi kehutanan Kabupaten Dharmasraya, Afrilius, yang kemudian mengamankan harimau tersebut di lokasi. Demikian dikutip Antara (9/5).

Tak hanya kakinya yang bengkak, gigi harimau berjenis kelamin betina itu juga dalam keadaan berdarah. Diduga luka itu akibat harimau yang berusaha dari jeratan menggigit kawat besi yang menjeratnya.

Afrilius memperkirakan harimau itu sudah terperangkap jeratan lebih dari 24 jam.

"Sebelumnya kita mendapatkan laporan dari warga tentang adanya harimau yang terjerat perangkap babi hutan itu. Kita langsung meluncur ke lokasi dan mengamankan harimau itu," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Dharmasraya, A Gani mengatakan, harimau tersebut merupakan jenis satwa liar langka yang dilindungi. Harimau itu akan dibawa ke kebun Binatang Kandis di Sawahlunto untuk dirawat hingga kondisinya pulih kembali.

"Petugas kita akan segera membawa harimau itu ke Sawahlunto untuk mendapat perawatan yang layak, karena kita belum memiliki lokasi untuk perawatan di sini," ujar Gani.

Selama dalam perjalanan menuju Sawahlunto, harimau itu akan didampingi petugas kesehatan hewan dan polisi kehutanan dan ditempatkan dalam kandang besi khusus yang dibuat agar tetap dalam keadaan sehat.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah jenis binatang yang dilindungi negara karena terancam punah.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.