Harimau Teror Permukiman di Bengkalis, Warga Desa Dievakuasi

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Harimau sumatera kembali muncul di permukiman, tepatnya di kilometer 54 Desa Melibur, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (22/4) dini hari. Warga yang tinggal di kawasan itu pun mulai dievakuasi untuk menghindari hal tidak diinginkan.

Predator itu dilaporkan muncul di sebelah rumah warga. Jejaknya banyak ditemukan di halaman. Di sekitar permukiman itu juga ditemukan banyak jejak kaki harimau.

"Diduga harimau ada melintas dekat rumah warga. Informasinya terlihat jejak di halaman rumah warga," kata Kapolsek Pinggir Kompol Maitertika, Jumat (22/4).

Petugas Terjun ke Lokasi

Petugas sedang melakukan perjalanan menuju kawasan itu. "Petugas sudah ke lokasi, belum ada laporan karena kondisi jalan ke sana becek, rusak habis hujan. Tapi tadi sudah koordinasi sama kepala desa," kata Maitertika.

Dia sudah meminta warga yang tinggal di perkampungan yang jauh dari keramaian untuk dievakuasi. Hal ini demi mencegah terjadinya konflik dengan satwa dilindungi tersebut.

"Kita sudah minta warga dievakuasi dulu ke daerah yang lebih aman. Tadi sudah mulai dilakukan untuk sementara," katanya.

Seorang Warga Tewas

Harimau sumatera muncul di permukiman penduduk dan perkebunan kelapa sawit sejak awal April 2022. Bahkan, seorang warga telah ditemukan tewas tanpa kepala seusai diserang satwa dilindungi itu.

Ini terjadi beberapa saat setelah harimau berita yang diberi nama Lanustika dilepasliarkan BBKSDA Riau.

BBKSDA Riau menilai lokasi munculnya harimau adalah kawasan hutan lindung yang sudah dirambah. Mereka memutuskan untuk mengevakuasi harimau itu dari habitat aslinya, karena berpotensi besar konflik dengan manusia.

Empat Perangkap Dipasang

Petugas gabungan BBKSDA Riau, TNI dan Polri siaga di sekitar kawasan itu. Mereka memasang 4 perangkap untuk mengevakuasi si belang.

Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko mengatakan harimau itu disinyalir berjenis kelamin betina. Hal ini tampak dari bentuk tubuhnya saat terekam kamera video warga saat kemunculannya.

"Ini satwa yang cerdas. Kami petugas di lapangan juga dibuat bingung. Kita pasang perangkap di sana muncul sebelah sini. Kita pasang lagi di sini munculnya di sisi lain. Bahkan dua ekor kambing yang kita letakkan di lokasi juga tidak dimakannya," kata Indra kepada merdeka.com, Jumat (22/4).

Meski begitu, petugas masih sabar dan waspada di lokasi. Sebab, menurut tim BBKSDA, harimau pasti akan melintas di jalur yang pernah dilewatinya.

"Kamera trap juga sudah dipasang. Namun memang satwa tersebut belum muncul," ucap perwira menengah jebolan Akpol 2001 itu.

Sosialisasi kepada Masyarakat

Petugas di lapangan juga sudah dibekali dengan senjata bius jika satwa itu muncul. Ini dilakukan untuk mempermudah evakuasi.

Petugas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak berbuat nekat dan anarkistis terhadap satwa itu. Sebab harimau sumatera adalah salah satu satwa dilindungi.

"Kita juga sampaikan agar masyarakat mengurangi aktivitas di malam hari, terutama di lokasi kemunculan harimau ini. Sebab satwa ini aktif mencari makan mulai pukul 17.00 WIB hingga pagi hari. Mudah-mudahan satwa ini dapat cepat dievakuasi atau cepat kembali ke hutan tempat habitatnya," tandasnya.

[yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel