Hariono Buka Kartu: 2 Pelatih yang Berperan Besar dalam Kariernya

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Hariono pantas masuk dalam daftar gelandang bertahan papan atas di pentas sepak bola Tanah Air. Pekerja keras dan lugas saat tampil di lapangan hijau jadi karakter khas yang melekat pada pria kelahiran Sidoarjo, 2 Oktober 1985 ini.

Ia kemudian melegenda bersama Persib Bandung, tim yang dibelanya selama 11 tahun dengan pencapaian trofi juara Liga Super Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015. Di Timnas Indonesia, Hariono tercatat memiliki caps 22 dengan gelar juara Piala Kemerdekaan 2008.

Dalam channel youtube Omah Balbalan, Hariono mengungkap dua nama pelatih yang berpengaruh besar dalam perjalanan kariernya di sepak bola. Nama pertama adalah Wahyu, pelatihnya di SSB Kelud Putra Sidoarjo.

"Mas Wahyu adalah pelatih pertama yang mengajarkan dasar sepak bola," kenang Hariono.

Bersama Wahyu pula, Hariono merasakan berbagai atmosfer kompetisi dan turnamen sebelum bergabung dengan Persida Sidoarjo pada musim 2003-2004.

Selepas dari Persida, Hariono kemudian berkostum Deltras Sidoarjo. Di klub inilah, Hariono bertemu dengan Jaya Hartono, pelatih yang kemudian membawanya ke Persib jelang Liga Indonesia musim 2008-2009.

"Terus terang saya waktu itu sangat buta tentang Persib. Jadi saya kesana karena diajak sama Abah Jaya saja. Beliau juga yang datang menemui orangtua untuk meminta izin membawa saya ke Bandung," kata Hariono.

Sempat Kesulitan Adaptasi di Persib

Perpisahan Hariono dengan Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (22/12/2019). (Bola.com/Abdi Satria).
Perpisahan Hariono dengan Persib di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (22/12/2019). (Bola.com/Abdi Satria).

Hariono mengaku sempat kesulitan berdaptasi pada awal kedatangannya di Persib. Perbedaan kultur, makanan, lingkungan, bahasa dan teman jadi kendala Hariono.

Alhasil, Hariono yang memang dikenal pendiam jadi lebih banyak menjadi pendengar yang baik. Terutama saat latihan. Tapi, sejalan dengan waktu, Hariono mulai bisa berdaptasi dan tak terasa bisa bertahan sampai 11 tahun di Persib.

Ia pun tanpa sungkan menyebut Persib adalah keluarga dan Bandung ibarat rumah kedua buatnya.

"Saya merasa nyaman di Bandung. Saya juga mendapatkan rejeki di sana. Itulah mengapa saya menjadikan perpisahan dengan Persib jadi momen yang tak terlupakan dalam hidup dan karier sepak bola saya," terang Hariono.

Hariono terakhir memperkuat Persib saat menjamu PSM Makassar di Stadion Jalak Harupat, Minggu (22/12/2019).

Usai laga yang dimenangkan Persib dengan skor 5-2 ini, Hariono tampak emosional mengucapkan kalimat perpisahan di hadapan puluhan ribu bobotoh, jajaran pelatih, pemain dan ofisial Persib. Selepas dari Persib, Hariono kemudian berlabuh di Bali United.

Saksikan video pilihan berikut ini: