Hariri dukung pengusaha menggantikannya sebagai perdana menteri Lebanon

Beirut, (AP) - Saad Hariri, yang sudah menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Lebanon, pada Selasa menyatakan dukungannya terhadap seorang pengusaha konstruksi terkemuka untuk menggantikannya -- sebuah langkah yang kemungkinan akan memberi jalan bagi pembentukan kabinet baru di tengah krisisi ekonomi dan keuangan negara tersebut.

Kabar mengenai kemungkinan pencalonan Samir Khatib, kepala perusahaan kontraktor dan konstruksi utama, memicu protes spontan pada tengah malam. Ratusan orang berkumpul di persimpangan strategis di Beirut, yang dikenal sebagai Ring Road, menghalangi jalan dan meneriakkan seruan menentang Khatib. Pasukan keamanan berusaha mencegah para pengunjuk rasa menghalangi jalan yang menghubungkan kawasan timur ke barat Beirut, dan setelah memberi peringatan, petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

"Kami tidak akan menerimanya sebagai masyarakat dan sebagai seorang revolusioner, karena kami tahu bahwa kita sedang menuju jurang yang dalam dengan pemerintah sekarang ini," Elie Kayrouz, seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah di Ring Road. Ia juga menggambarkan Khatib dan nama-nama lain -- yang bocor ke media --- yang mungkin membentuk Kabinet baru -- masih ada hubungannya dengan pejabat-pejabat sebelumnya.

Setelah bubar sebentar, pengunjuk rasa berusaha berkumpul lagi untuk menghalangi jalan.

Hariri mengundurkan diri pada 29 Oktober di tengah protes nasional dan kebuntuan dengan saingan-saingan politik dalam pembentukan pemerintahan baru. Sementara itu, Lebanon, salah satu negara di dunia yang paling berhutang berdasarkan rasio utang terhadap PDB, mengalami tekanan krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang terus memburuk di tengah krisis politik.

Mata uang telah kehilangan hampir 40 persen nilainya di hadapan dolar. Lebanon juga bergulat dengan pengangguran yang tinggi dan kontraksi tajam ekonomi yang diperkirakan untuk tahun 2020. Bank-bank lokal telah memberlakukan langkah-langkah kontrol modal yang tak terlihat sebelumnya di negara yang dikenal dengan ekonomi pasar bebasnya.

Hariri mencabut pencalonannya pekan lalu, mengatakan ia berharap itu akan membuka jalan bagi solusi untuk kebuntuan politik di tengah unjuk rasa yang hampir berjalan delapan minggu.

Kepada wartawan Selasa malam, Hariri mengatakan dia mendukung Khatib untuk menjadi perdana menteri berikutnya. "Masih ada beberapa detail dan Insya Allah sesuatu yang baik" akan terjadi, katanya, "Semua orang berusaha melewati masa sulit ini."

Khatib mengepalai salah satu perusahaan manufaktur dan kontraktor terbesar Lebanon dan tidak memegang peran politik di masa lalu. Para pengunjuk rasa menganggap ia terlalu dekat dengan elit yang berkuasa, tidak sepaham dengan para pemrotes, meskipun tidak jelas apakah pencalonan resminya akan memicu protes yang lebih luas.

Selama beberapa minggu terakhir, para politisi gagal menyepakati bentuk pemerintahan baru. Hariri bersikeras mendukung pemerintahan para teknokrat, sementara lawan-lawannya, termasuk kelompok militan Hizbullah, menginginkan kabinet yang terdiri dari para ahli dan politisi.

Ditanya apakah dia akan mengambil bagian dalam Kabinet baru, Hariri mengatakan: "Saya tidak akan mencalonkan kalangan politisi, tetapi ahli."

Para pengunjuk rasa telah berdemonstrasi menentang korupsi yang meluas dan kesalahan manajemen di negara itu. Mereka telah menggunakan penutupan jalan dan taktik lain untuk menekan politisi agar menanggapi tuntutan mereka untuk membentuk pemerintahan baru dan mengadakan pemilihan baru.

Mereka bersikeras bahwa kabinet baru terdiri dari tokoh-tokoh independen di luar elite yang telah memerintah negara sejak berakirnya perang saudara 1975-90.

Presiden Michel Aoun sekarang diperkirakan akan meminta konsultasi yang mengikat dengan para kepala blok parlemen untuk menunjuk perdana menteri baru. Tetapi karena Hariri, pemimpin Sunni paling kuat di negara itu, mengatakan ia akan mendukung Khatib, kontraktor tersebut secara luas diperkirakan akan mendapatkan jabatan itu.

Menurut sistem politik Lebanon yang berbasis sektarian, perdana menteri berasal dari komunitas Muslim Sunni, sementara presiden dipilih dari komunitas Kristen Maronit. Ketua parlemen dipilih dari jajaran Muslim Syiah. Kabinet dan kursi parlemen terbagi rata antara Kristen dan Muslim.

Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri yang akan keluar dari kabinet, Gebran Bassil, mengisyaratkan bahwa dia tidak akan menjadi bagian dari pemerintah baru dan mengatakan kepada wartawan bahwa "keberhasilan Kabinet lebih penting daripada kehadiran kita di dalamnya.

Protes Selasa malam terjadi sehari setelah pengunjuk rasa melemparkan batu ke tentara saat membuka jalan raya selatan Beirut, melukai beberapa tentara. Tentara Lebanon mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa salah satu pengunjuk rasa di kota Naameh menembakkan peluru dari pistol pada malam sebelumnya, dan menambahkan bahwa penembakan itu membuat tentara menembak ke udara untuk membubarkan para pengunjuk rasa.