Harlah NU Dirayakan PDIP, Kuatkan Relasi Islam dan Nasionalis

Agus Rahmat
·Bacaan 2 menit

VIVAHari Lahir ke-95 Nahdlatul Ulama (NU) pada 31 Januari 2021 besok, tidak hanya dirayakan organisasi tersebut. Tapi termasuk oleh partai politik yakni PDI Perjuangan.

PDIP menganggap, mereka yang meneruskan perjuangan Bung Karno, memiliki sejarah yang kuat dengan NU. Seperti keluarnya Resolusi Jihad oleh Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy'ari atas permintaan Bung Karno, yang memicu peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) Muchamad Nabil Haroen, memuji partai pimpinan Megawati Soekarnoputri yang merayakan secara khusus Harlah NU. Ia yakin, akan semakin memperkuat relasi Islam dengan nasionalis.

Baca juga: Banjir Bandang di Sumbawa, Satu Warga Meninggal

"Terima kasih PDI Perjuangan yang memberi dukungan untuk terus menguatkan relasi Islam-nasionalisme. Mari kita terus kawal NKRI, menjaga Indonesia," kata Nabil dalam keterangannya, Sabtu 30 Januari 2021.

PDIP merayakan Harlah NU tersebut dengan mengambil tema 'Rumah Nusantara'. Gus Nabil, begitu biasa ia disapa, kedekatan itu juga lantaran tidak sedikit kader NU yang menjadi anggota PDIP. Baik mereka yang kini berada di eksekutif maupun legislatif.

Usia sekarang adalah menuju satu abad NU. Gus Nabil mengatakan, organisasi itu sudah teruji dalam menjaga dan mengawal NKRI.

"NU jelas terbukti setia mengawal NKRI, menguatkan ke-Indonesiaan dan kebangsaan. Pengabdian NU bukan pada kekuasaan-pemerintahan, tetapi dukungan yang kuat kepada negara serta mengabdi untuk bangsa. Ini karena NU juga turut memperjuangkan kemerdekaan," papar Gus Nabil.

Di usia saat ini, NU juga bergerak dalam membantu penanganan COVID-19. Juga ikut serta dalam membantu musibah bencana alam yang masih terjadi di Tanah Air.

Saat ini yang penting juga menurutnya, adalah memperkuat Islam dan nasionalisme. Indonesia masih bisa menjaga antara demokrasi dengan Islam. Padahal di negara lain seperti Amerika Serikat, demokrasinya saat ini tengah menjadi sorotan.

Gus Nabil menyadari masih banyak tantangan dalam negeri yang harus dibenahi. Seperti ekstremisme, terorisme, dan ancaman radikalisme dari kelompok-kelompok yang selama ini ingin mengganti dasar ideologi negara.

"Pancasila jelas menjadi dasar penting, sebagai jiwa bangsa. Maka, memperkuat harmoni Islam dan nasionalisme menjadi keharusan. Bahwa warna Indonesia terhampar dalam bendera Merah Putih, yang melambangkan nasionalis-religius," katanya.

Maka NU katanya, akan terus bersinergi dengan kelompok yang setia terhadap NKRI. Turut membasmi adanya paham radikalisme yang mengancam persatuan bangsa.

"Selain itu, NU juga mendorong kadernya mewarnai partai-partai yang sejalan dengan garis perjuangan NU, untuk mengawal perjuangan politik," pungkas legislator dapil Jateng itu.