Harmoko Meninggal Dunia, Jejak Karirnya dari Jurnalis Sampai Politikus Golkar

·Bacaan 1 menit
Menteri Penerangan era Presiden Soeharto, Harmoko. (Sumber Foto: Merdeka.com).

Liputan6.com, Jakarta Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Lena berduka cita atas wafatnya Menteri Penerangan era Presiden Soeharto, Harmoko yang meninggal dunia hari ini, Minggu (4/7/2021).

Menurut dia, Harmoko adalah sosok yang rendah hati dan memiliki wawasan luas. Diketahui, almarhum memang dikenal sebagai seorang yang berangkat sebagai jurnalis, yakni sempat berada di Harian Merdeka, Majalah Merdeka, serta Harian API.

Harmoko juga dikenal sampai sekarang sebagai salah satu sosok yang melahirkan harian Pos Kota.

"Beliau seorang yang rendah hati dan berwawasan luas, karena latar belakang kewartawanannya. Beliau sangat memegang teguh budaya Jawanya," kata Idris kepada wartawan, Minggu (4/7/2021).

Karena itu, dia pun merasa kehilangan akan sosok almarhum. "Kami berduka atas wafatnya seorang tokoh bangsa. Salah satu kader terbaik yang pernah dimiliki Partai Golkar," ungkap Idris.

Selama masa hidupnya, lanjut dia, Harmoko pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan pada 1983-1997, dan Ketua MPR/DPR pada 1997-1999. Bahkan, almarhum pernah memimpin Golkar pada 1993-1998.

"Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau dan mohon doanya Insya Allah beliau husnulkhatimah," kata Idris.

Meninggal Dunia

Menteri Penerangan era Presiden Soeharto, Harmoko, meninggal dunia. Kabar tersebut beredar melalui akun twiter Ananda Sukarlan @anandasukarlan.

"Telah meninggal dunia Bpk. H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu 4 Juli jam 20:22 WIB," tulis Ananda dalam akunya tersebut, Minggu 4 Juli 2021.

Harmoko menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.

"Beliau adalah Mantan Menteri Penerangan zaman Soeharto. Rest in Peace, Bapak," tulis Ananda.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel