Harry Kane Tak Ingin Punya Beban Bersama Tottenham Hotspur

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVATottenham Hotspur mencatatkan kemenangan dalam matchday ketiga Grup J Liga Europa melawan Ludogorets. Bermain di Huvepharma Arena, Jumat dini hari WIB 6 November 2020, skuad asuhan Jose Mourinho menang dengan skor 3-1.

Gol pembuka keungulan Tottenham pada laga ini dicetak oleh Harry Kane pada menit 13. Sundulannya menyambut umpan dari Lucas Moura membuat bola meluncur mulus ke dalam gawang Ludogorets.

Keunggulan Tottenham bertambah pada menit 33. Kali ini giliran Moura yang mencatatkan nama di papan skor usai mendapat setoran mendatar dari Kane.

Tuan rumah sempat memperkecil ketertinggalan pada menit 50. Claudiu Keseru berhasil menyambar bola liar di dalam kotak penalti Tottenham.

Gol penutup pada pertandingan ini tercipta pada menit 62. Umpan matang dari Son Heung-min diteruskan dengan sangat tenang oleh Giovani Lo Celso.

Setelah pertandingan ini, sebuah fakta menarik diukir oleh Kane. Pemain asal Inggris itu sukses mencatatkan 200 gol bersama Tottenham sejauh ini.

Jumlah yang menempatkannya dalam urutan ketiga daftar pencetak gol terbanyak tim berjuluk The Lillywhites. Posisi pertama masih dimiliki Jimmy Greaves (266) gol lalu diikuti Bobby Smith (208 gol).

Kane langsung dihadapkan dengan pertanyaan targetnya bersama Tottenham berikutnya. Apakah ada keinginan kuat untuk bisa jadi yang teratas.

"Soal itu tidak ada di dalam pikiran saya. Hal seperti itu biasanya saya tahu setelah saya bisa melewatinya. Ini adalah pencapaian bagus," ujar Kane, dikutip dari Sky Sports.

Bagi Kane, ketika masih aktif bermain tidak bisa hanya untuk memikirkan rekor. Masih banyak hal yang mesti dicapai, dan catatan sejarah hanya akan dinikmati ketika seorang pemain sudah pensiun.

"Sebenarnya, agak sulit menerima pencapaian ketika Anda masih aktif bermain. Setelah Anda pensoun, baru semuanya bisa diterima," imbuhnya.

Berkat kemenangan atas Ludogorets, posisi puncak klasemen Grup J menjadi milik Tottenham. Mereka punya enam poin, sama dengan milik Royal Antwerp dan LASK Linz, tapi unggul selisih gol.