Harry Maguire dan 6 Kapten yang Dinilai Tak Memiliki Jiwa Kepemimpinan di Pentas Liga Inggris

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Berbagai sorotan tajam langsung tertuju pada Manchester United pasca kekalahan dari rival klasik mereka Arsenal akhir pekan lalu. Setan Merah dinilai tak punya sosok pemimpin yang solid sehingga gagal bersaing di jajaran papan atas Liga Inggris.

Legenda klub Rio Ferdinand kini menyoroti peran Harry Maguire sebagai kapten dari United.

Eks Kapten Manchester United itu meminta Maguire untuk lebih menunjukan jika dirinya layak menyandang ban kapten United dan menjadi penghubung dalam tim.

Konsistensi sepertinya masih menjadi musuh utama United di musim ini. Hal tersebut terlihat ketika mereka bisa bermain baik di dua laga Liga Champions melawan Paris Saint-Germain dan RB Leipzig, namun harus tumbang ditangan Arsenal.

Ferdinand secara khusus memberikan sorotan pada Maguire pasca laga melawan Arsenal itu terkait dengan kempeminpinan di lapangan. Menurut Ferdinand seharusnya Maguire bisa mendorong rekan-rekannya untuk bangkit bukan justru membeberkan kekurangan yang ada dalam United.

“United kurang percaya diri di area tertentu. Mereka mendapatkan sedikit kepercayaan diri di tengah minggu, tapi apakah United terlalu percaya diri?,” ujar Ferdinand dilansir Goal.

"Saya melihat Harry Maguire dan beberapa komentarnya pasca pertandingan, yang mengatakan jika United terlalu cepat berpuas diri. Seharusnya Ia tak seperti itu, (karena) dia adalah kapten tim. Saya harap dia bisa lebih baik lagi dan berkata pada rekan-rekannya: dengar, kita belum selesai dan masih harus melakukan banyak hal, tunjukkan semangatmu," timpalnya lagi.

Musim lalu Harry Maguire didapuk menjadi kapten tim Manchester United menggantikan sosok Antonio Valencia yang masuk rencana Ole Gunnar Solskjaer. Nyatanya Harry kesulitan menjalani perannya sebagai pemimpin.

Harry kini dianggap salah satu kapten paling buruk dalam sejarah Manchester United di pentas Premier League.

Sebelum mantan bek Leicester City, ada sejumlah kapten yang dinilai gagal menjadi sosok pemimpin di klubnya. Siapa-siapa saja mereka?

Granit Xhaka

Pemain Arsenal Granit Xhaka usai mencetak gol ke gawang Norwich City pada pertandingan Premier League di Emirates Stadium, London, Inggris, Rabu  (1/7/2020). Arsenal menang 4-0 lewat gol Pierre-Emerick Aubameyang ('33, 67), Granit Xhaka ('37), dan Cedric Soares ('81). (Mike Egerton/Pool via AP)
Pemain Arsenal Granit Xhaka usai mencetak gol ke gawang Norwich City pada pertandingan Premier League di Emirates Stadium, London, Inggris, Rabu (1/7/2020). Arsenal menang 4-0 lewat gol Pierre-Emerick Aubameyang ('33, 67), Granit Xhaka ('37), dan Cedric Soares ('81). (Mike Egerton/Pool via AP)

Gelandang Arsenal, Granit Xhaka, mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan saat timnya bermain 2-2 melawan Crystal Palace, Senin (28/10/2019) di Emirates Stadium. Pemain asal Swiss itu mendapat cemoohan dari fans The Gunners.

Ketegangan dengan suporter memuncak saat Xhaka ditarik keluar pada menit ke-60. Xhaka digantikan pemain muda, Bukayo Saka.

Saat Xhaka akan keluar, Arsenal dalam kondisi imbang 2-2. Para suporter yang hadir tentunya ingin The Gunners memenangi pertandingan tersebut.

Namun, Xhaha seperti sengaja berjalan pelan saat menuju ke pinggir lapangan. Aksi tersebut membuat pendukung Arsenal emosi dan meneriakkan cemoohan kepada Granit Xhaka.

Cemoohan fans Arsenal membuat Xhaka emosi. Ia menepelkan tangannya ke telinga seolah memberi isyarat ingin terus diteriaki.

Setelah keluar, Xhaka malah tidak menghampiri tempat duduk pemain. Ia langsung menuju ke ruang ganti sambil melepaskan jerseynya.

Xhaka yang menjabat sebagai kapten tim dianggap tak layak karena kerap menampilkan kesalahan saat bermain. Selain Granit Xhaka, ada juga kapten di Premier League yang dianggap performanya buruk. Berikut Bola.com merangkum dari The Sportster, 5 kapten yang dinilai terburuk di Premier League.

John O'Shea

Pemain Sunderland, John O'Shea (kanan) berduel dengan penyerang Manchester City, Sergio Aguero pada laga Premier League di Stadium of Light, Sunderland, (5/3/2017). Manchester City menang 2-0.  (EPA/Nigel Roddis)
Pemain Sunderland, John O'Shea (kanan) berduel dengan penyerang Manchester City, Sergio Aguero pada laga Premier League di Stadium of Light, Sunderland, (5/3/2017). Manchester City menang 2-0. (EPA/Nigel Roddis)

John O'Shea dipilih sebagai kapten Sunderland pada 2013. Pengalaman bersama Manchester Unietd menjadi satu di antara alasan kenapa ia dijadikan kapten tim.

Sayang, O'Shea tak bisa membawa Sunderland bangkit. Pada 2017, Sunderland harus terdegradasi ke Divisi Championship.

Tak hanya itu, ia lebih banyak berkutat dengan cedera.

Wayne Rooney

Wayne Rooney mencetak hattrick dalam debut bersama Manchester United saat berjumpa Fenerbahce pada Liga Champions di Old Trafford, Manchester, 28 September 2004. (AFP/Paul Barker)
Wayne Rooney mencetak hattrick dalam debut bersama Manchester United saat berjumpa Fenerbahce pada Liga Champions di Old Trafford, Manchester, 28 September 2004. (AFP/Paul Barker)

Wayne Rooney pernah menjadi kapten sebelum hengkang dari Manchester United. Namun, saat masa kepelatihan Louis van Gaal, posisi bermainnya dipindah ke berbagai posisi.

Taktik itu diambil untuk memberikan Rooney waktu bermain. Namun, banyak yang menganggap Rooney tak mempunyai jiwa kepemimpinan.

Kemudian pada akhir musim, Setan Merah gagal lolos ke Liga Champions Champions. Van Gaal langsung mundur dan digantikan Jose Mourinho.

Di era pelatih baru status Rooney di awal-awal masih menjadi kapten. Namun, ia lebih sering duduk di bangku cadangan sebelum akhirnya memutuskan hengkang pindah ke DC United.

Per Mertesacker

Pemain Everton,  Dominic Calvert-Lewin (kiri) berebut bola dengan pemain Arsenal, Per Mertesacker (kanan) pada laga Premier League pekan ke-9 di Goodison Park, Liverpool, (22/10/2017). Arsenal menang 5-2. (AFP/Oli Scarff)
Pemain Everton, Dominic Calvert-Lewin (kiri) berebut bola dengan pemain Arsenal, Per Mertesacker (kanan) pada laga Premier League pekan ke-9 di Goodison Park, Liverpool, (22/10/2017). Arsenal menang 5-2. (AFP/Oli Scarff)

Per Mertesacker ditunjuk menjadi kapten Arsenal sehari sebelum musim 2016-2017 bergulir. Namun, ketika musim bergulir dia belum bisa bermain karena mengalami cedera lutut.

Per Mertesacker lebih banyak memberikan motivasi kepada rekan-rekannya melalui Twitter. Selain itu, banyak yang menyayangkan penunjukkan Per Mertesacker. Keputusan tersebut dianggap kesalahan karena saat itu musim terakhirnya dan ia sudah berusia 32 tahun.

Ia dianggap tak akan maksimal menjadi kapten Arsenal.

Ryan Shawcross

Bek Stoke City Ryan Shawcross melakoni laga melawan Chelsea di Britannia Stadium, Stoke, 7 November 2015. (AFP/Paul Ellis)
Bek Stoke City Ryan Shawcross melakoni laga melawan Chelsea di Britannia Stadium, Stoke, 7 November 2015. (AFP/Paul Ellis)

Ryan Shawcross merupakan pemain penting sejak meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Stock City. Kemampuannya sebagai bek tengah tentunya tak perlu diragukan lagi.

Namun, semuanya berbeda setelah dia didapuk menjadi kapten tim. Shawcross dianggap tak memiliki jiwa kepemimpinan karena tidak bisa mengendalikan pemain senior.

Banyak yang menganggap Shawcross merupakan pemain yang mempunyai kemampuan lengkap, tetapi tidak mumpuni ketika menjadi kapten.

Curtis Davies

Gelandang Swansea City Nathan Dyer (kiri) duel dengan bek Hull City Curtis Davies (kanan) pada pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Swansea City vs Hull City di Stadion Liberty, Swansea (10/12/13). (AFP/Geoff Caddick)
Gelandang Swansea City Nathan Dyer (kiri) duel dengan bek Hull City Curtis Davies (kanan) pada pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Swansea City vs Hull City di Stadion Liberty, Swansea (10/12/13). (AFP/Geoff Caddick)

Pada awal musim 2016-2017, Hull City menjadi satu di antara tim yang mampu berada di papan atas. Tak hanya itu, sang manajer dinobatkan sebagai yang terbaik pada Agustus.

Namun, semuanya berubah setelah kaptennya, Michael Dawson cedera. Hull City kemudian memilih Curtis Davies sebagai kapten.

Sejak Dawson cedera, Hull tak memenangkan satu pertandingan pun. Bahkan, Hull City sampai berada di posisi ke-19.

Davies memang sangat bagus saat bermain, akan tetapi skuat dianggap kacau sejak dirinya menjadi kapten.

Sumber: Berbagai sumber

Video