Harta Akil yang Dilaporkan Rp 5,2 Miliar  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 5,2 miliar. Ia tercatat memiliki tanah dan bangunan, giro, serta mengoleksi barang antik dan logam mulia.

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi pada Juli 2012 menunjukkan harta Akil hingga awal 2011. Disebutkan dalam laporan itu, Akil memiliki lima petak tanah dan bangunan senilai Rp 2,07 miliar. Harta tak bergerak tersebut dilaporkan berasal dari hasil sendiri yang berada di Kota Pontianak dan Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat.

Harta lain yang dimiliki Akil adalah giro, yang dilaporkan berasal dari hasil sendiri. Nilai giro tersebut sebesar Rp 2,239 miliar.

Harta lain yang dimiliki Akil adalah mobil Toyota Fortuner buatan 2009. Ia juga memiliki peternakan yang berisi 15 ekor sapi sejak 1997 yang dihargai sebesar Rp 30 juta. Akil juga melaporkan koleksi logam mulia senilai Rp 303 juta, juga barang seni dan antik senilai Rp 47 juta.

Kekayaan Akil pada 2011 diketahui berkurang dibandingkan dengan kekayaan pada 2006. Ketika itu, ia tercatat memiliki harta sebesar Rp 8,4 miliar. Sebagian di antaranya berupa mata uang asing sebanyak US$ 194 ribu. Pengurangan dalam waktu lima tahun tersebut lantaran Akil tak lagi menyimpan mata uang asing. Sementara itu pada 2002, Akil memiliki kekayaan sebesar Rp 3,4 miliar.

Akil ditangkap penyidik KPK di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta, pukul 22.00 WIB. KPK juga telah menyegel ruang kerja Akil di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. Penangkapan itu diduga berkaitan dengan sengketa pemilihan kepala daerah yang sedang ia tangani.

ANTON WILLIAM

Politik Terpopuler:

Begini Sengketa Pemilu Gunung Mas  

Ketua MK Ditangkap, KPK Sita Rp 3 Miliar  

Akil Mochtar Sudah Diincar KPK  

Selain Akil Mochtar, KPK Tangkap 4 Orang Lagi  

Status BBM Akil Mochtar: Kehidupan  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.