Harta Benda Warga Kompleks Srikandi Dijarah

 Laporan Warta Kota, Budi Sam Law Malau
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Sejumlah warga Kompleks Srikandi RT 07/ RW 03, Kelurahan Jatinegarakaum, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, yang rumahnya dieksekusi, menyesalkan kinerja petugas kepolisian yang lalai mengamankan harta benda warga.

Kekecewaan kepada polisi lantaran tidak memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi eksekusi dan membiarkan warga yang tidak berkepentingan masuk ke dalam wilayah warga.  Akibatnya banyak barang berharga milik warga yang hilang, karena dijarah oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Hal itu dikatakan Warhito (43) warga Kompleks Srikandi, Kamis (23/5/2013).

"Sejak kemarin, kami dijarah. Barang-barang kami diangkut oleh orang-orang yang bukan warga sini. Banyak harta benda dan barang berharga milik kami hilang," kata Warhito.

Warhito juga mengaku geram melihat petugas Satpol PP yang ditugaskan membantu warga untuk mengeksekusi barang-barang dari rumah warga.  Menurutnya petugas Satpol PP berlaku seenaknya saat mengeluarkan barang milik warga.

"Satpol PP bukan membantu. Tapi main keluarin barang kami dan diletakkan seenaknya tanpa pengawasan, jadi banyak barang yang hilang dan rusak," kata Warhito yang mengaku sejumlah barang elektroniknya rusak diantaranya TV dan VCD.

Bukan itu saja, sejumlah perabotan rumah tangganya juga hilang diantaranya kursi dan kipas angin.  Warhito mengaku banyak pelanggaran HAM yang dilakukan petugas gabungan saat eksekusi yang dilakukan sejak Rabu 22 Mei pagi.

Berdasar surat yang dilayangkan PN Jakarta Timur, eksekusi akan dilakukan pukul 09.00 WIB, namun sekira pukul 06.30 WIB, sekira 1.000 personel Satpol PP, dibantu 800 anggota kepolisian, dan 150 personel TNI sudah mendatangi pemukiman warga.

Petugas yang berusaha melakukan eksekusi mendapat perlawanan warga yang berusaha memukul petugas dengan tangan kosong. Warga yang sejak awal bertahan dengan memasang pagar betis tiba-tiba panik dan berhamburan begitu tembakan gas air mata diarahkan kepada mereka.  Perlawanan warga juga tidak dapat mengimbangi petugas yang dibekali tameng, baju pelindung dan alat pemukul.

"Terlalu banyak pelanggaran yang mereka lakukan, apa ini untuk membunuh rakyat?, saya memang orang yang tidak berpendidikan, orang bodoh tapi dari kasat mata saya juga tau tindakan mereka tidak sesuai dan tidak manusiawi," katanya.

Pantauan Warta Kota dilapangan, Kamis (23/5/2013) pagi, eksekusi lahan seluas 5,5 hektar masih berlangsung, sejak pukul 08.00.
Alat berat kembali difungsikan untuk menghancurkan bangunan rumah yang masih tersisa.

Banyak pemulung dewasa dan anak-anak terlihat sibuk mengambil besi sisa dan beberapa barang yang dianggap masih berguna, diantara tumpukan puing-puing bangunan.

Baca Juga:

  • Pencuri Berkeliaran di Bekas Lahan Penggusuran Kampung Srikandi
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.