Harta Calon Gubernur Bali dari Warisan  

TEMPO.CO, Denpasar - Calon Gubernur Bali yang diusung PDI Perjuangan, Anak Agung Ngurah Puspayoga, melaporkan seluruh harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 10 April 2013. Total hartanya Rp 5, 096 miliar.

Harta sebesar itu lebih banyak berasal dari warisan keluarga berupa tanah dan bangunan. Misalnya, kediaman Puspayoga di Puri Satria, Denpasar. "Saya memang tidak memiliki usaha apa-apa," kata Puspayoga, usai klarifikasi dan verifikasi laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di Denpasar.

Dari semua aset mantan Wali Kota Denpasar dua periode itu, Puspayoga mengakui ada penambahan harta selama menjadi wakil gubernur. Dia menjabat sebagai orang nomor dua di Bali sejak 2008. Hanya saja, penambahan berasal dari pertambahan nilai harta benda dan bunga tabungan. "Tidak ada penambahan aset, semua warisan orang tua, termasuk rumah ini, " katanya, dengan didampingi istrinya, Bintang Puspayoga.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Puspayoga telah melaporkan semua daftar aset kekayaannya ke KPK sebesar Rp 5,024 miliar sehingga hanya ada penambahan sekitar Rp 71 juta. Saat ditanya soal komitmennya dalam pemberantasan korupsi jika kelak menjadi gubernur, politikus senior PDIP ini mengatakan akan terus mewujudkan pemerintahan yang bersih.

"Saya sudah dua kali jadi wali kota, apa pernah korupsi? Saya bahkan yang mengundang KPK untuk bikin MOU pemberantasan korupsi," ucapnya. Dia takut jika ada salah atau terjadi apa-apa dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Dedie A Rachim menyatakan hasil laporan kekayaan Puspayoga akan difinalisasi di Jakarta. "Pada 18 April nanti saat deklarasi disaksikan pimpinan KPK, kandidat yang akan menyampaikan sendiri jumlah kekayaannya kepada publik," Dedie menjelaskan.

Dedie menambahkan, klarifikasi KPK dilakukan terhadap semua aset kandidat, termasuk tanah dan bangunan serta piutang dan logam mulia. Diakuinya, selama klarifikasi yang memakan waktu dua jam lebih itu, Puspayoga cukup kooperatif.

Dari catatan KPK, Puspayoga telah menyampaikan laporan kekayaan selama tiga kali dengan laporan terakhir pada 2008 lalu.

ROFIQI HASAN

Berita Terpopuler:

Kalau Lihat IMB, Banyak Rumah Ibadah Dibongkar

Kronologi Penangkapan Penyidik Pajak Pargono

Kompolnas Kantongi Delapan Nama Calon Kapolri

Suap Pegawai Pajak, KPK Tangkap Satu Orang Lagi

Keluarga Sopir Juke Maut Siap Adopsi Anak Korban

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.