Hartati Murdaya

Siti Hartati Tjakra Murdaya adalah pengusaha yang kini berstatus terdakwa dalam kasus dugaan suap Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Abdullah Batalipu.

Pada 12 September lalu, KPK menahan Hartati, mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Saat itu Hartati berkursi roda dengan alasan sakit. Tapi itu tak membuat KPK, yang berkukuh bahwa si tersangka sehat, mengulur penahanan.

KPK menetapkan Hartati bersama dua anak buahnya di PT Hardaya Inti Plantation, yaitu General Manager Yani Ansori dan Direktur Operasional Gondo Susilo, sebagai tersangka suap Rp3 miliar. Suap itu terkait penerbitan hak guna usaha perkebunan sawit PT Hardaya dan PT Cipta Cakra Murdaya di Kecamatan Bukal, Buol.

Kasus ini salah satu kasus yang menarik perhatian publik karena melibatkan Hartati, pengusaha yang namanya berkibar sejak Orde Baru. Ia pernah memproduksi dan mendistribusikan sepatu Nike. Bidang properti, perkayuan, agroindustri, hingga pembangkit listrik, ia garap. Lebih 30 perusahaan ada di bawah panji Cakra Murdaya/Berca Group.

Menanggapi dugaan suap itu, Hartati, sebelum menjadi tersangka, pernah berkelit. "Kok sumbangan dianggap suap?" kata dia dalam wawancara dengan Tempo ini.

Murdaya Poo, suami Hartati, mengatakan istrinya adalah korban pemerasan Pemerintah Buol, daerah yang sudah 18 tahun menjadi tempat perkebunan sawit Hartati.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...