Haru, Atlet Polandia Lelang Medali Olimpiade Tokyo demi Selamatkan Bayi

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Nilai medali olimpiade mungkin tak bisa diukur secara materi. Sebab di balik hal itu, ada atlet yang berusaha mendapatkannya dengan perjuangan yang tak mudah.

Namun, ketika hati terpanggil untuk menolong, apapun rela dilakukan. Seperti yang dilakukan atlet lempar lembing Polandia, Maria Andrejczyk satu ini.

Peraih medali perak Olimpiade Tokyo tersebut rela melelang medalinya yang diraihnya di olimpiade Tokyo 2020 pada 7 Agustus 2021, demi membantu biaya operasi jantung Miloszek Malysa, seorang bayi yang baru berusia delapan bulan. Padahal, medali perak tersebut merupakan prestasi pertama atlet 25 tahun itu dalam sejarah Olimpiade.

“Aku tidak butuh waktu lama untuk memikirkanya. Ini pertama kalinya aku melakukan penggalangan dana dan aku yakin ini tindakan yang tepat,” tulis Maria di Facebook, dikutip dari CNN.

Ibu sang bayi yang bernama Monica mengatakan biaya operasi yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp5,5 miliar. Sebagian dana sudah terkumpul, hanya tinggal sisanya.

Dikembalikan ke sang atlet

Atlet lempar lembing Polandia rela melelang medali pertamanya dari Olimpiade Tokyo demi bantu biaya operasi jantung seorang bayi. (Instagram/m.andrejczyk).
Atlet lempar lembing Polandia rela melelang medali pertamanya dari Olimpiade Tokyo demi bantu biaya operasi jantung seorang bayi. (Instagram/m.andrejczyk).

Harga lelang dibuka mulai dari USD 51 ribu. Lelang pun dimenangkan oleh Zabka, perusahaan supermarket Polandia, dengan harga USD125 ribu.

Dengan rasa bangga, Maria akhirnya menyerahkan medali peraknya kepada Zabka. Namun tak disangka, Zabka malah mengembalikan medali tersebut kepada Maria walau telah memenangkan pelelangan tersebut.

"Kami sangat tersentuh dengan kedermawan atlet Olimpiade kami. Oleh karena itu, kami sangat mendukung upaya penggalangan dana bagi Miloszek,” tulis Zabka di Facebook.

“Kami juga memutuskan bahwa medali perak dari Olimpiade Tokyo akan tetap menjadi milik Maria yang telah menunjukkan betapa luar biasanya dia," demikian pernyataan Zabka.

Dilansir Sport Illustrated, Maria sendiri diketahui sebagai seorang penyintas kanker. Pada 2018 silam, Maria sempat menderita osteosarcoma, suatu bentuk kanker tulang. Sebelum sukses meraih medali perak di Olimpiade Tokyo Maria juga sempat berkompetisi di Olimpiade Rio 2016. Namun sayangnya, Maria gagal meraih medali.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel