Haru, Bayi 5 Bulan Gantikan Ayah dan Ibu Wisuda di Unanda Palopo

Merdeka.com - Merdeka.com - Prosesi wisuda di Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo diwarnai suasana mengharukan saat seorang bayi berusia lima bulan bernama Kimberly Batari Fadilah Reza menggantikan kedua orang tuanya menjadi wisudawan. Video Kimberly menjadi wisudawan viral di media sosial (medsos).

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Unanda Palopo, Nunung Misran membenarkan video seorang bayi berusia lima bulan mengikuti prosesi wisuda pada Selasa (8/8). Nunung menjelaskan bayi lima bulan itu menjadi peserta wisudawan untuk menggantikan bapak dan ibunya.

"Kimberly ini kedua orang tuanya kuliah di sini, ibunya di jurusan Manajemen dan bapaknya Perikanan. Keduanya seharusnya mengikuti prosesi wisuda kemarin, tetapi harus digantikan oleh Kimberly," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (9/8).

Ibu Meninggal dan Ayah Ditahan

Nunung menjelaskan, Kimberly menggantikan kedua orang tuanya menjadi wisudawan karena ibunya bernama Citra Fadilah Reza meninggal dunia. Sementara ayah Kimberly bernama Reza tidak bisa mengikuti proses wisuda, karena ditahan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Wajo.

"Ibunya meninggal setelah melahirkan Kimberly. Sementara bapaknya Kimberly harus menjalani hukuman di Lapas Wajo karena kasus lakalantas yang menyebabkan korban meninggal dunia," tuturnya.

Nunung mengungkapkan Kimberly hadir di acara wisuda dibawa kedua neneknya dari ibu dan bapaknya. Saat prosesi wisuda, seluruh yang hadir terlihat terharu dan sedih saat Kimberly naik digendong neneknya untuk diwisuda.

"Semua wisudawan, orang tua wisudawan, anggota senat terharu saat prosesi itu. Karena anak yang umur sekecil itu diperhadapkan dengan musibah yang besar sekali. Idealnya orang tua yang menghadiri wisuda anaknya, tetapi dia terbalik, mewakili orang tuanya untuk diwisuda," ucapnya.

Nunung mengaku pihak universitas akan mempermudah seluruh keperluan kedua orang tua Kimberly, khususnya pengambilan ijazah nantinya. Apalagi, kedua orang tua Kimberly merupakan mahasiswa berprestasi di jurusannya masing-masing.

"Kedua orang tuanya lulus dengan predikat sangat memuaskan karena IPK-nya 3 ke atas. Kedua orang tuanya juga aktif di kampus dan anaknya baik," ucapnya. [yan]