Haruna Soemitro Klaim Metode Latihan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Tak Bermanfaat pada Klub BRI Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, mengklaim banyak klub BRI Liga 1 2021/2022 yang belum merasakan dampak metode latihan pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.

Pernyataan itu diungkapkan Haruna Soemitro ketika menjadi narasumber pada wawancara di kanal YouTube milik JPNN. Haruna menceritakan berbagai hal, termasuk mengkritik gaya kepelatihan Shin Tae-yong yang tak sesuai dengan metode di klub BRI Liga 1 2021/2022.

"Saya ini banyak mendapat masukan dari pelatih Liga 1. Banyak menelpon saya, diskusi sama saya begini: coaching point apa yang kita dapat dari Shin Tae-yong selama melatih Tim Nasional?" kata Haruna Soemitro.

"Apakah dengan metode dan proses yang dilakukan Shin Tae-yong ini bisa diterapkan dan ditransformasi ke klub sehingga melahirkan liga yang kuat. Faktanya, katanya pelatih yang beri saran pada saya, belum ada," ucap pria yang juga Direktur Madura United itu.

Menurut Haruna Soemitro, metode kepelatihan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia sangat berbeda dari mayoritas klub di Liga 1. Faktor itulah yang membuat Shin Tae-yong tak pernah mendapatkan pemain yang sesuai dengan keinginannya.

"Mayoritas klub Liga 1 melakukan proses dari kaki ke kaki. Proses build-up dari bawah. Tapi, proses latihan dan game plane Shin Tae-yong justru direct ball. Passing bergerak, direct ball. Wajar jika Shin Tae-yong menerima pemain yang tidak siap," ucap Haruna Soemitro.

Tidak Butuh Shin Tae-yong

Di pemusatan latihan nanti, Indonesia akan melakukan laga uji coba untuk persiapan jelang menghadapi Piala AFF 2020. Pasukan Shin Tae-yong akan bertanding melawan Afghanistan (16/11/2021) dan Myanmar (25/11/2021) di Turki. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Di pemusatan latihan nanti, Indonesia akan melakukan laga uji coba untuk persiapan jelang menghadapi Piala AFF 2020. Pasukan Shin Tae-yong akan bertanding melawan Afghanistan (16/11/2021) dan Myanmar (25/11/2021) di Turki. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Haruna Soemitro juga menyebut Timnas Indonesia belum memiliki perubahan apapun bersama Shin Tae-yong. Itu terlihat ketika skuad Merah Putih gagal menjuarai Piala AFF 2020.

Bagi Haruna Soemitro, Shin Tae-yong sama dengan pelatih-pelatih Timnas Indonesia sebelumnya yang hanya memberikan pencapaian runner-up di Piala AFF. Sehingga secara keseluruhan Timnas Indonesia tak membutuhkan jasa Shin Tae-yong.

"Saya tadi sampaikan dalam rapat evaluasi kalau hanya runner-up, tidak perlu Shin Tae-yong. Karena kita sudah beberapa kali jadi runner-up," tegas eks ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu.

Respons PSSI

Reaksi pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong di pinggir lapangan pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2020 melawan Singapura di Singapura Stadium, Sabtu, 25 Desember 2021. (AP Photo/Suhaimi Abdullah)
Reaksi pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong di pinggir lapangan pada pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2020 melawan Singapura di Singapura Stadium, Sabtu, 25 Desember 2021. (AP Photo/Suhaimi Abdullah)

Tak ingin ucapan Haruna Soemitro semakin menjadi bola liar, PSSI langsung memberikan respons. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, meyebut keputusan akhir terkait pelatih timnas dan juga program naturalisasi ada di tangan Ketua PSSI dan juga Komite Eksekutif (Exco).

"Lebih baik debat sengit di dalam untuk menghasilkan keputusan yang berkualitas. Akan tetapi, setelah diskusi, keputusan tetap berada di ketua umum dan komite eksekutif," ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

"Ketua umum memahami dan memaklumi pendapat dalam sebuah diskusi di internal PSSI tentang Timnas Indonesia, baik itu diskusi menyangkut hasil Piala AFF 2020, naturalisasi, dan jadwal timnas," lanjut Yunus.

"Bahkan apakah penting PSSI akan mengambil posisi sebagai tuan rumah dalam event 2022, baik itu Piala AFF maupun kualifikasi Piala Asia Juni 2022," imbuh Yunus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel