Harus Bayar Lisensi Hak Siar, Pemilik Kedai Kopi Urung Bikin Nobar Piala Dunia

Merdeka.com - Merdeka.com - Menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2022 tak lengkap jika hanya sendirian. Acara nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola menjadi cara lain menikmati ajang 4 tahunan.

Momentum ini pun bisa menjadi peluang bagi pengusaha sektor food and beverage (FNB), menyediakan tempat untuk orang-orang menyaksikan pertandingan sepak bola. Seperti yang dilakukan Dimas, salah satu owner coffe shop di Yogyakarta. Momentum ini akan dimanfaatkannya untuk menarik pelanggan di kafe yang baru dibuka beberapa waktu lalu.

"Kalau kegiatan nobar ini memang sudah ada obrolan, karena pas kebetulan kita lagi mau re-opening," kata Dimas saat berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Minggu (20/11).

Saat ini pihaknya masih dalam proses merencanakan kegiatan nobar Piala Dunia 2022 Qatar. Sebab untuk menggelar nobar, harus mempersiapkan beberapa alat pelengkap. Semisal proyektor, alat pengeras suara (speaker) hingga ruangan lebih luas untuk menampung pelanggan dalam jumlah besar.

Selain sebagai ajang promosi, Dimas mengatakan momentum ini pun layak untuk dimanfaatkan dengan konsep matang. "Bisa banget jadi momentum yang tepat dengan konsep yang bagus juga, seperti paket makanan, free minuman, dan lain-lain," sambungnya.

Namun Dimas mengaku akan kembali berpikir ulang tentang rencananya tersebut. Mengingat ada aturan pemilik usaha harus membayar lisensi hak siar jika menggelar nobar pertandingan sepak bola piala dunia.

"Tapi ya jadi agak ribet sih, perasaan dulu enggak gitu, atau memang aku yang enggak tau," ungkapnya.

Meski begitu dia mencoba memahami tujuan pembayaran lisensi tersebut. Sebagai pengusaha dia mengerti pemilik hak siar juga mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk mendapatkan lisensi resmi dari penyelenggara.

"Kayanya sih biar sama-sama menguntungkan lah. Pihak siar resminya juga kan cari uang, enggak mau rugi sama cafe yang untungnya bisa 200 persen gara-gara nobar," pungkasnya.

Lisensi

Seperti diketahui, SCM Grup dipercaya menjadi official broadcaster Piala Dunia di Indonesia. SCM, yang diwakili oleh PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG) selaku mitra kegiatan nobar, juga rutin melakukan pengawasan serta penindakan terhadap venue yang menggelar nobar tanpa mengantongi lisensi.

Penggemar bola yang sudah memiliki paket nonton Piala Dunia di akun Vidio pun berpotensi mendapat teguran jika melakukan aksi nobar. Seperti disampaikan oleh Belafonti selaku GM Business Development & Content IEG berikut hal-hal terkait nobar yang sebaiknya jangan dilakukan agar tidak kena semprit.

Seperti menggunakan akun OTT/Pay TV pribadi untuk kegiatan nonton bersama, melakukan kegiatan nonton bersama di ruang publik, yang berpotensi mendatangkan keramaian, melakukan promosi, baik secara online maupun offline, agar khalayak umum datang ke venue.

Kemudian menarik bayaran bagi pengunjung yang datang ke venue, baik berupa tiket masuk, cover charge, dan lain-lain. Terakhir, meminta pengunjung melakukan pembelian tertentu dengan/tanpa nilai minimal tertentu. [azz]