Haruskah Gigi Gingsul Dihilangkan? Ini Kata Ahli

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pendapat setiap orang berbeda-beda mengenai gigi gingsul. Ada yang mengatakan, senyuman seseorang akan terlihat lebih manis dengan adanya gigi gingsul ini.

Bahkan, banyak yang menyayangkan apabila ada orang yang memiliki gigi ini kemudian menghilangkannya. Tapi ada juga yang menganggap keberadaan gigi gingsul dapat merusak penampilan.

Apa pun itu, hal tersebut kembali pada selera masing-masing. Namun, jika dilihat dari segi kesehatan atau dari kacamata seorang dokter, sebenarnya apakah perlu gigi gingsul ini dihilangkan?

Dokter spesialis ortodonsia konsultan, drg. Benny Mulyono Soegiharto, M.Sc, MOrthRCS, Ph.D, Sp.Ort (K), mengasumsikan gigi gingsul sebagai gigi taring yang terdapat di bagian atas. Namun, dia mengungkap tidak ada efek secara langsung.

"Tapi secara estetika tentunya merusak. Kenapa? Gigi taring itu untuk merobek makanan, makanya dia bentuknya runcing sendirian, dibanding gigi depan. Nah, artinya ada fungsi yang terganggu," ujarnya saat small group media discussion RS Pondok Indah Group, yang digelar virtual baru-baru ini.

Meski tidak signifikan, menurut dokter Benny, secara ideal gigi gingsul menandakan terdapat ketidaksempurnaan pada gigi. Jadi, perlukah diperbaiki atau dihilangkan?

"Pendapat profesionalnya adalah, sebaiknya diperbaiki. Tapi, kalau tidak mau diperbaiki ya enggak apa-apa juga. Tapi kan di sini kita fungsinya adalah memberi ide," kata dr. Benny Mulyono Soegiharto.