Hasil Autopsi Jenazah PNS di Basement DPRD Riau: Tewas karena Jeratan di Leher

Merdeka.com - Merdeka.com - Polresta Pekanbaru terus mengusut penyebab kematian Fitria Yulisunarti (40) yang tewas dalam mobil di basement kantor DPRD Riau. Dari hasil autopsi, korban tewas karena jeratan kain di lehernya.

"Penyebab kematian korban adalah kekerasan di leher yang menekan jalan napas ditandai dengan adanya asfiksia atau mati lemas," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (12/9).

Penyidik mengetahui hal itu dari hasil pemeriksaan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Jeratan di leher korban yakni berupa kain yang ditemukan tergantung di pegangan tangan dalam mobil.

"Kan ada kain yang melilit di bagian leher korban," ucap Andrie.

Andrie menjelaskan, rentang waktu kematian korban sekitar 12 hingga 72 jam sebelum ditemukan. Korban ditemukan tewas dalam mobil pada Sabtu (10/9) sekitar pukul 11.00 Wib. Polisi juga membawa seorang PNS pria inisial F yang diduga teman dekat korban.

"Perkiraan kematian korban sekitar 12 sampai 72 jam. Untuk saksi saat ini sudah 12 saksi dimintai keterangan. Termasuk inisial F masih dimintai keterangan," ujarnya.

Teman Dekat Korban Diamankan

Andrie menyampaikan, status F saat ini masih saksi karena polisi masih membutuhkan beberapa bukti. F diamankan beberapa jam usai kejadian. Dia diperiksa secara marathon. Sejumlah keterangan saksi juga akan membantu polisi dalam mengusut kematian Fitria.

"F masih diperiksa sebagai saksi sejak kemarin," tegas Andrie.

Sebelumnya diberitakan, Fitria Yulisunarti (40) tergantung dalam mobil di basement atau parkiran kantor DPRD Riau. Saat ditemukan satpam, kondisi Fitria dengan leher terikat dan hidung berdarah di dalam mobil Terios.

Andrie menyebutkan, penyidik terus mengebut penuntasan kasus kematian Fitria. Bahkan, sejumlah CCTV di DPRD Riau turut disita.

"Saat ini kita melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi lain sebanyak 5 orang. Tim masih mendalami temuan CCTV di beberapa areal DPRD Riau," ucap Andrie.

Fitria merupakan PNS yang berdinas di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemprov Riau. Sedangkan PNS pria berinisial F berdinas di Sekretariat DPRD Riau.

Korban Ditemukan Satpam DPRD Riau

Fitria ditemukan tewas oleh 2 orang satpam di dalam mobil, Sabtu (10/9) pukul 11.00 Wib di basement gedung DPRD Riau. Kondisinya mengenaskan saat ditemukan.

"Korban saat ditemukan menggunakan baju merah dan rok hitam. Kondisi korban hidung berdarah, duduk di kursi tengah mobil Daihatsu Terios silver," ucap Andrie.

Setelah dilakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) jasad wanita tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi.

5 Satpam Diperiksa Polisi

Lima orang satpam yang bertugas di Kantor DPRD Riau menjadi saksi atas temuan mayat korban. Kelimanya yakni EF (37), BFW (26), Ik (22), FA (29) dan Ri (39).

"Saksi yang pertama kali menemukan yakni satpam inisial EF dan BFW. Saat itu, keduanya melaksanakan patroli karena bertugas jaga pagi dan mengecek situasi areal Kantor DPRD Riau," kata Andrie.

Saat mengecek parkir basement, EF dan BFW melihat pintu mobil korban dalam keadaan terbuka. Keduanya tak menghiraukan kondisi mobil itu karena sudah tahu siapa pemiliknya dan tidak ada gelagat mencurigakan.

EF dan BFW lalu kembali ke Pos penjagaan depan. Selanjutnya pada pukul 11.00 Wib, EF mengajak Ik untuk kembali melakukan patroli, mereka melihat pintu mobil korban masih dalam keadaan terbuka.

"Lalu keduanya berinisiatif mendatangi mobil korban. Setelah dicek, mereka melihat korban telah meninggal dunia dalam keadaan leher terikat kain. Atas temuan tersebut EF langsung menghubungi Danrunya untuk memberitahukan kejadian itu. Kemudian dilaporkan ke kita," ucap Andrie. [tin]