Hasil Autopsi Ulang Brigadir J Butuh Waktu, Orang Tua: Terlalu Lama

Merdeka.com - Merdeka.com - Ayah Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Samuel Hutabarat menanggapi lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil autopsi ulang. Keluarga memercayakan sepenuhnya kepada tim ahli dan pakar yang menangani autopsi. Meski demikian, dia berharap transparansi dan independensi.

"Kalau dipikir memang terlalu lama. Tapi itulah prosedur, maka kita ikuti saja. Biarlah ahli dan pakar yang menilai (memberi) kesimpulan hasil autopsi," kata Samuel, Kamis (28/7).

Sebelumnya dokter forensik memperkirakan hasil pemeriksaan autopsi ulang rampung dalam kurun waktu empat sampai delapan minggu. Diketahui, sampel dari jenazah Brigadir J diteliti di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Samuel melanjutkan, setelah autopsi ulang rampung, langkah keluarga selanjutnya adalah mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, Kepolisian sudah mengabulkan permintaan keluarga mulai dari autopsi ulang dan pemakaman dengan kedinasan.

"Semua perintah Pak Jokowi sudah dijalankan dengan baik oleh Pak Listyo Sigit (Kapolri). Kita ucapkan terima kasih. Maka kita serahkan semuanya pada ahli dan pakar untuk menilai (memberi) kesimpulan hasil autopsi," ujar Samuel.

Sementara itu, dalam autopsi ulang kemarin, ketua tim dokter forensik, Ade Firmansyah Sugiharto mengatakan untuk meyakinkan keluarga, bahwa mereka bekerja secara independen dan imparsial, maka dua orang perwakilan keluarga dari latar belakang medis, yaitu Bidan Herlina Hidayah Lubis dan dokter spesialis Martina Rajaguguk diperbolehkan masuk dalam ruangan autopsi untuk mengawasi secara langsung.

"Ada hal tidak biasa. Ini pertama kali proses autopsi disaksikan (perwakilan) keluarga," kata Ade di RSUD Sungai Bahar kemarin.

Tidak hanya ada perwakilan keluarga, kata Ade bahkan dalam mengautopsi jenazah Brigadir J, mereka juga diawasi Komnas HAM dan Kompolnas.

"Kita juga dalam bekerja sangat patuh terhadap kode etik dokter, keahlian dan profesionalisme serta diawasi oleh pakar forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Universitas Udayana dan Universitas Andalas," kata Ade.

Reporter: Hidayat [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel