Hasil Karya Industri Warga Binaan Lapas Kelas IIA Cikarang Tembus Pasar Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bekasi - Program pembinaan kemandirian narapidana di Lapas Kelas IIA Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi bekal positif bagi warga binaan untuk hidup mandiri saat kembali ke masyarakat. Berbagai hasil produk warga binaan dari kegiatan ini, bahkan sudah dipasarkan hingga ke mancanegara.

Salah satu yang paling disorot, yakni industri Plastic Injenction Moulding yang menjadi sarana pelatihan dan memberikan keterampilan kerja bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Cikarang. Kegiatan ini terbukti berhasil menciptakan sejumlah produk rumah tangga yang berdaya saing tinggi.

"Pelatihan ini bertujuan menghasilkan produk plastik yang berkualitas dan mampu bersaing untuk memenuhi kebutuhan konsumen dari berbagai jenis hasil produk plastik," kata Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Xaverius Essau Gustaf Johannes, Kamis (23/9/2021).

Pelatihan industri Plastic Injection Moulding ini dimulai sejak 2017 dan berlangsung di gedung workshop menggunakan APBN 2016. Saat ini industri plastik tersebut sudah memiliki 4 unit mesin injection moulding yang bekerja sama dengan pihak ketiga.

Sejumlah produk yang dihasilkan dari industri ini, diantaranya lunch box (tempat makan narapidana), tempat makan keropi, piring plastik rotan, tutup regulator, tutup galon, braket, dan berbagai macam produk otomotif dan keperluan rumah tangga lainnya.

"Berbagai macam produk tersebut telah dipasarkan luas ke berbagai daerah penjuru di Indonesia," ungkap Johannes.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Tembus Pasar Dunia

Bahkan, kata dia, salah satu produk Plastic Injection Moulding berupa cup cake (kue mangkok) hasil karya warga binaan Lapas Cikarang, mampu tembus pasar dunia di Italia pada 2019.

"Produk wadah kue mangkok ini dipakai sebuah jaringan gerai toko kue eksklusif (patis serie) terkemuka di negara tersebut," paparnya.

Selain industri plastik, lanjut Johannes, pihaknya juga memiliki 22 kegiatan industri kreatif lainnya yang bergerak di bidang manufaktur, jasa dan agribisnis. Diantaranya pembuatan roti, pembuatan tahu tempe, konveksi jahit, dan kerajinan tas kulit.

"Ada juga perkayuan yang mengubah limbah kayu tak terpakai menjadi suatu produk bernilai jual, seperti meja, kursi hingga lemari," tandasnya.

(Bam Sinulingga)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel