Hasil Kerja Keras Insan Ekonomi Syariah Belum Memuaskan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ventje Rrahardjo memastikan, seluruh stakeholder ekonomi syariah bekerja keras mendorong kemajuan keuangan syariah. Dia keberatan jika hasil kerja kerasnya selalu dipertanyakan oleh pemerintah.

"Saya merasakan semangat dari pada seluruh insan pejuang ekonomi syariah ini sangat tinggi. Dan pertanyaan-pertanyan mereka semangat sangat tinggi tapi hasilnya selalu dipertanyakan kenapa market share baru segini? literasi masih rendah? pertanyaan-pertanyaan itu tentu mengganggu kita semua," kata dia dalam acara Sosialisasi Brand Ekonomi Syariah dan Panduan Penggunaanya, secara virtual, Rabu (10/2/2021).

Dia menyadari kerja keras yang dilakukan teman-teman insan ekonomi syariah hasilnya tidak cukup memuaskan. Sebab, belum bisa mengoptimalisasikan kekayaan potensi daripada ekonomi keuangan syariah di Tanah Air.

"Bahwa kita bersama ngat tapi hasilnya tidak cukup memuaskan," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Dapartemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Prijono mengakui literasi keuangan syariah di Indonesia masih cukup rendah. Bahkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan indeks literasi hanya 16,3 persen saja.

"Indeks literasi itu 16,03 artinya bahwa dari 100 orang baru sekitar 16 orang saja yang paham mengenai ekonomi syariah ini," jelas dia dalam acara Sosialisasi Brand Ekonomi Syariah dan Panduan Penggunaanya, secara virtual, Rabu (10/2).

Dia menyadari literasi keuangan syariah di Tanah Air masih harus perlu didorong. Sebab, peran dari kontribusi keuangan syariah sendiri cukup besar untuk membantu pemulihan ekonomi Indonesia.

Sinergi

Pekerja melayani nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Pada 27 Januari 2021, BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pekerja melayani nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Pada 27 Januari 2021, BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dalam pengembangannya, memang membutuhkan penguatan sinergi dan koordinasi dari berbagai pemangku kepentingan. Baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi serta masyarakat dan lain sebagainya.

"Selain itu juga pemahaman bagaimana masyarakat mengenai ini juga menjadi penting. Menjadi suatu hal yang perlu dilakukan dan perlu terus ditingkatkan pelibatan seluruh komponen bangsa dalam mendorong ekonomi syariah akan berhasil kalau pemahaman semua itu memiliki pemahaman yang cukup kuat tentang ekonomi syariah ini," jelas dia.

Dia menambahkan, ekonomi syariah yang saat ini tengah didorong pemerintah untuk mendukung pencapaian visi dari ekonomi syariah nasional. Sebagaimana master plan yang dikeluarkan oleh KNEKS, ini juga menjadi sangat strategis dalam upaya pengembangan keuangan nasional dan ekonomi syariah.

"Tentunya dapat merefleksikan nilai-nilai ekonomi syariah bersifat universal dan mendukung visi ekonomi syariah nasional," sebutnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: