Hasil Laga The International 10, Empat Tim Esports Tumbang di Hari Pertama

·Bacaan 2 menit
Dota 2 The International 10 (TI10). (Doc: Valve)

Liputan6.com, Jakarta - The International 10 (TI10) menjadi panggung terbesar Dota 2 di tahun ini, dimana pemain, tim, dan talenta esports terbaik akan bertarung memperebutkan uang hadiah terbesar di turnamen esports.

Walau sempat tertunda lebih dari satu tahun, termasuk satu bulan sebelum turnamen digelar sehingga harus pindah lokasi ke Bucharest, Rumania, TI10 akhirnya hadir.

Digelar mulai dari 7 hingga 17 Oktober 2021, 18 tim esports akah bertarung satu sama lain untuk memperebutkan total hadiah sebesar USD 40 juta atau sekitar Rp 570 miliar.

Setelah melalui penyisihan grup, turnamen terbesar Dota 2 tersebut memasuki babak finalnya dimana 16 tim esports teratas akan menjadi sorotan The International di Arena Nationala, di Bucharest.

Dikutip dari Dotesports, Rabu (13/10/2021), 16 tim yang tersisa mampu bertahan atau mendominasi di babak penyisihan grup hingga sejauh ini, dan diunggulkan ke braket atas atau bawah berdasarkan hasil tersebut.

Meski tim di braket atas aman dari eliminasi selama putaran pertama, delapan tim yang ditempatkan di braket bawah dapat menumbangkan tim-tim di braket atas hingga nantinya terpilih 12 tim menuju hari kedua.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Laga Pertama The International 10

Adapun turnamen ini akan dimainkan dari 12 hingga 17 Oktober. Pada pertandingan tim braket atas, Invictus Gaming berhasil menumbangkan Team Spirit dengan skor 2-1.

Sementara itu, Team Secret yang juga bertanding di ronde pertama sukses melibat tim OG dengan skor 2-0.

Sedangkan di braket bawah Fnatic, Team Aster, Alliance, dan Evil Geniuses berhasil mengalahkan lawannya dan melanjutkan perjuangan mereka laga kedua TI10.

The International 10 Digelar Tanpa Penonton

Lebih lanjut, TI10 terpaksa diadakan tanpa penonton setelah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Rumania.

Dalam pengumumannya, Valve selaku penyelenggara acara dan pengembang Dota 2 mengatakan, keputusan tersebut diambil karena adanya aturan pembatasan di Bucharest.

Dikutip dari keterangan resminya, Selasa (5/10/2021), Valve mengatakan bahwa mereka akan mengembalikan semua uang hasil penjualan tiket untuk The International 10.

"Untuk memastikan keselamatan semua pemain, talent, dan staf produksi yang berpartisipasi dalam acara tersebut, kami memutuskan untuk mengembalikan semua penjualan tiket The International 2021," kata pihak Valve.

(Ysl/Tin)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel