Hasil Nyata KTT G20 Bali, Indonesia Dapat Dana untuk Transisi Energi & Atasi Pandemi

Merdeka.com - Merdeka.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang diselenggarakan pada 15-16 November 2022 lalu membuahkan sejumlah hasil yang sangat baik. Sebab, dalam deklarasi tersebut, Indonesia mendapatkan dana untuk transisi energi yakni Just Energy Transition Partnership (JETP) dan Energy Transition Mechanism (ETM) yang masing-masing senilai USD 20 miliar, dan USD 250-300 juta.

JETP ini merupakan rencana investasi, di mana PLTU akan dipensiunkan dini melalui skema JETP. Namun skema ini akan rampungkan pada 6 bulan ke depan. Di dalam skema ini juga bahwa tidak boleh adanya pembangunan PLTU-PLTU baru di kawasan industri maupun non industri.

Pendanaan JETP sebanyak USD 20 miliar ini apabila dirincikan yaitu USD 10 miliar berasal dari pinjaman lunak dan hibah, kemudian USD 10 miliar sisanya berasal dari pendanaan swasta yang dikoordinasikan oleh Glasgow Finansial Alliance of Net Zero (GFANZ).

Sementara untuk ETM, pemerintah indonesia meluncurkan ETM country Platform pada Senin (14/11) di Bali yang lalu. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi energi dari energi fosil ke energi yang ramah lingkungan.

Saat ini, dengan skema ETM telah mengentokan operasi dini bagi PLTU Cirebon-1. Hal ini dilakukan untuk untuk mempensiunkan pembakit listrik yang akan digantikan kepada energi bersih.

Transisi Energi dan Ekonomi Hijau

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan tetap berfokus untuk menangani pandemi Covid-19 dan memperkuat pemulihan ekonomi, namun juga pada saat yang sama berkomitmen pada transisi energi dan ekonomi hijau

Pemerintah Indonesia bersama Asian Development Bank (ADB) telah meluncurkan inisiatif ETM dalam konferensi COP 26 di Glasgow. Sejak saat itu, Indonesia didukung oleh banyak pihak dalam asistensi teknis. Setelah melalui penilaian teknis dan diskusi dengan banyak pemangku kepentingan, Pemerintah telah mengidentifikasi lima belas gigawatt pembangkit listrik tenaga batubara untuk pensiun dini.

"Kami semua bekerja tanpa henti untuk membangun ETM Country Platform Indonesia. Kerangka kerja ini yang akan memobilisasi sumber daya keuangan dan dukungan dari mitra internasional, termasuk multilateral, bilateral, filantropi, dan sektor swasta untuk menjadikan ini transisi energi yang adil dan terjangkau," ujar Sri Mulyani, dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.

Dana Pandemi

Tak hanya itu, semua negara-negara G20 menyepakati untuk adanya pembentukan dana pandemi yang nilainya mencapai USD 1,5 miliar.

Dalam KTT G20 juga telah membentuk dan mengoperasionalisasi resilience and sustainability trust dibawa IMF sebesar USD 81,6 miliar yang digunakan untuk membantu negara yang menghadapi krisis.

Negara-negara G20 juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk mencapai tujuan agenda di tahun 2030 untuk keberlanjutan pembangunan, terutama terkait dengan SDG7 serta berusaha untuk menutup kesenjangan dalam akses energi dan untuk mengentaskan kemiskinan energi.

"Kami akan meningkatkan akses ke layanan yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan energi mider, mengakui bahwa memastikan akses tersebut adalah kebutuhan dasar manusia, antara lain populasi yang paling rentan dan orang-orang terlantar," dikutip dari draf deklarasi Bali G20, Jumat (18/11).

Tertulis juga, bahwa untuk mencapai SDG7, mereka memastikan akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan dan modern untuk semua orang dan memungkinkan berbagai kelompok masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari transisi energi, termasuk perempuan, pemuda, anak-anak, masyarakat adat dan komunitas lokal, migrain serta penyandang disabilitas, tanpa terkecuali.

[idr]