Hasil Pemeriksaan Kesehatan 20 TKA Tiongkok Calon Karyawan Pabrik Smelter Bantaeng

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bantaeng - Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantaeng langsung memeriksa kesehatan 20 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok, Cina yang hendak bekerja sebagai karyawan kontrak di pabrik smelter PT Huady Nickel-Alloy. Mereka saat ini telah menjalani Swab PCR untuk memastikan 20 TKA Tiongkok tersebut bebas dari Covid-19.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bantaeng, dr Ihsan menerangkan bahwa 20 TKA tersebut saat ini tengah menjalani karantina sambil menunggu hasil swab PCR mereka keluar. Sebelum di swab PCR, 20 TKA tersebut telah menjalani swab antigen dan hasilnya tidak ada yang reaktif.

"Sejak Sabtu (3/7/2021) sudah kita lakukan swab antigen, dan hasilnya tidak ada yang reaktif. Tetapi kita juga sudah melakukan swab PCR. Insya Allah sebentar malam hasilnya sudah ada," kata Ihsan dalam keterangan tertulisnya yang diterima Liputan6.com, Senin (5/7/2021).

Ihsan menuturkan bahwa upaya-upaya untuk mencegah penyebaran virus corona akan terus dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Bantaeng. Olehnya itu, selama hasil swab PCR 20 TKA Tiongkok tersebut belum terbit mereka tidak akan diperkenankan beraktivitas di pabrik smelter PT Huady Nickel-Alloy yang berada di Kecamatan Pajjukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

"Mereka saat ini kita haruskan untuk tidak berkeliaran dan tetap berada di Rusunawa PT Huady," jelasnya.

Pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Bantaeng sendiri, telah meminta kelengkapan administrasi kesehatan 20 TKA asal Tiongkok tersebut, termasuk sertifikat vaksin mereka. Ihsan pun memastikan bahwa 20 TKA calon karyawan kontrak pabrik smelter itu telah menjalani 2 tahap vaksinasi Covid-19.

"Semuanya memiliki sertifikat vaksin. Dokumennya semua ada sama saya," ucapnya.

Kedatangan 20 TKA Tiongkok saat PPKM Darurat

Hendak bekerja di pabrik smelter, 20 TKA Tiongkok tiba di Sulsel (Liputan6.com/Istimewa)
Hendak bekerja di pabrik smelter, 20 TKA Tiongkok tiba di Sulsel (Liputan6.com/Istimewa)

20 tenaga kerja asing (TKA) asal Tingkok, China tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan pada Sabtu (3/7/2021) malam. Kedatangan 20 TKA tersebut pun menuai sorotan lantaran pulau Jawa dan Bali tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masayarakat (PPKM) Darurat.

Berdasarkan data yang diterima Liputan6.com, sebelum tiba di Sulawesi Selatan, seluruh TKA tersebut terlebih dahulu transit di Bandara Soekarno Hatta. Mereka rencananya akan bekerja di pabrik smelter PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Selatan, Darmawan Bintang membenarkan ihwal kedatangan 20 TKA asal Tiongkok tersebut. Menurut Darmawan, TKA tersebut akan bekerja sebagai karyawan kontrak di tambang nikel yang ada di Kabupaten Bantaeng

"Informasi itu benar, dan TKA bersangkutan akan bekerja di PT Huadi di Kabupaten Bantaeng," ujarnya kepada wartawan, Minggu (4/7/2021).

Disnakertrans Sulawesi Selatan pun langsung menurunkan tim untuk melakukan pendataan terkait kedatangan TKA asal Tiongkok tersebut. Darmawan menuturkan bahwa tim dari Disnakertrasn Sulawesi Selatan nantinya akan memastikan pemanfaatan para pekerja asing tersebut.

"Staf Pengawasan Disnakertrans Sulsel masih mencari informasi terkait pemanfaatan TKA tersebut serta hal-hal lain berkaitan dengan izin-izin mereka," ucapnya.

Simak juga video pilihan berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel