Hasil Pemeriksaan PSSI Atas Isu Jual Beli Jabatan Timnas U-19

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Yudisial PSSI telah merampungkan pemeriksaan terhadap dua orang yang disebut terlibat dalam jual beli jabatan manajer Timnas Indonesia U-19 di Piala Dunia U-20. Sidang dilakukan pada 7 Januari 2021, dan hasilnya diumumkan sekarang.

Isu jual beli jabatan manajer Timnas U-19 itu muncul setelah adanya bukti setoran dana 100 ribu dollar Singapura atau setara dengan Rp1 miliar. Dua orang yang terlibat adalah Achmad Harris sebagai pemberi dan Joko Purwoko yang menerima.

Badan Yudisial kemudian memanggil mereka. Harris mengakui memang dia memberikan uang tersebut kepada Joko, namun bukan sebagai mahar sebagai manajer Timnas U-19 untuk Doddy Alex Reza seperti yang diisukan beberapa waktu lalu.

Uang yang dia berikan itu semata perkara bisnis. Tujuannya adalah menjadi vendor tiket pertandingan Piala Dunia U-20 2021. Bahkan uang tersebut sudah dikembalikan karena FIFA melakukan pengunduran jadwal sampai 2023.

Berikut kesimpulan Badan Yudisial PSSI:

1. Kedua pihak yakni Sdr Joko Purwoko dan Sdr Achmad Harris mengakui adanya transaksi senilai Rp1 miliar dalam bentuk mata uang dollar Singapura, yang diserahkan di Jakarta untuk kepentingan bisnis dalam gelara Piala Dunia U-20.

2. Bahwa tidak ada jual beli jabatan (manajer timnas Indonesia) di lingkungan PSSI. Berdasarkan keterangan Sdr Achmad Harris dan keterangan Sdr Joko Purwoko, bahwa berkaitan penyerahan uang sebesara 100.000 dollar Singapura hanya sebatas hubungan bisnis pribadi (bisnis tiket dan merchandise) dan sejak adanya keputusan FIFA untuk menunda Piala Dunia pada tahun 2023, maka uang sebesar 100.000 dollar Singapura telah dikembalikan dari Sdr Joko Purwoko kepada Sdr Achmad Harris, sehingga tidak ada kaitannya dengan PSSI dan tidak melibatkan ketua umum, sesuai dengan yang tertera dalam kuitansi yang ditandatangani oleh Sdr Joko Purwoko dari Sdr Achmad Harris yaitu untuk pembelian tiket sesuai copy kuitansi terlampir.

3. Kepentingan bisnis menyangkut penjualan tiket dan merchandise di mana kedua pihak menegaskan bahwa kepentingan bisnis murni yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan jual beli jabatan Manajer tim nasional U-20 untuk Piala Dunia U-20, dan mengatasnamakan bisnis pribadi tanpa melibatkan Bapak Dody Reza.

4. Presiden Joko Widodo melalui KEPPRES No. 19 Tahun 2020 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan FIFA U-20 World Cup Tahun 2021 membentuk panitia nasional penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 tahun 2021 yang disebut sebagai Indonesia FIFA U-20 World Cup 2021 Organizing Committee (INAFOC) dan melibatkan perwakilan lintas kementerian. INAFOC bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Kepres No 19 Tahun 2020 Pasal 5 Ayat (1) huruf b, Ketua panitia Pelaksana INAFOC dijabat Menpora, Ketua panitia pelaksana bidang sarana dan perasarana Menteri PUPR dan Ketua pelaksana peningkatan prestasi Timnas U 20 dijabat Ketum PSSI, bahwa manajer timnas sampai saat ini berdasarkan Keppres Nomor 19 Tahun 2020 masih dipegang Ketua Umum PSSI berkaitan dengan Peningkatan Prestasi PSSI pada ajang Piala Dunia U20 tahun 2021 mendatang, demikian pula berkaitan dengan pertanggungan jawaban Anggaran APBN yang tidak memungkinkan jabatan Manager Timnas diserahkan kepada pihak lain.