Hasil Persetujuan IK-CEPA, 11.000 Produk Indonesia Bebas Bea Masuk ke Korea Selatan

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengajak pelaku usaha di Indonesia memanfaatkan hasil Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Korea (Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA.

Dari perjanjian ini, ada penghapusan 11.000 produk Indonesia bebas bea masuk ke Korea Selatan.

"Kalau kita pelaku pengekspor barang ke Korea itu hampir 11.000 pos tarifnya dihilangkan nol, 11.000 produk. Artinya efisiensi dari segi cost dan dari segi ibisnis dan tentu memberikan manfaat untuk para pedagang dan para eksportir kita," kata Jerry saat sosialisasi Hasil Perundingan IK-CEPA di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/6).

Menurutnya, penghapusan 11.000 lebih pos tarif atau bea masuk produk ekspor ini memiliki manfaat yang luar biasa bagi eksportir Indonesia. Oleh karena itu, Jerry mengimbau agar pelaku usaha bisa mengoptimalkan peluang tersebut.

"Ini banyak sekali 11.000 barang bayangkan post tarif zero eliminasinya, itu luar biasa dimanfaatkan dengan optimal karena ini memberikan sekali lagi keuntungan yang besar untuk bangsa dan negara kita," ujarnya.

Keuntungan Lain

Selain itu, masih banyak keuntungan perundingan perdagangan internasional yang dilakukan Indonesia dengan negara lain. Misalnya, dengan Australia, di mana pemerintah Indonesia menghapus 6.973 produk pos tarif ekspor ke Australia.

"Saya baru bicara satu perjanjian, ini banyak sekali kita ada perjanjian dengan Eropa, ada perjanjian dengan Australia. Australia CEPA itu juga sama eliminasi pos tarifnya itu hampir mencapai 7 ribu 6.973 sekian gratis Zero," ujarnya.

Penghapusan post tarif tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang mengamanatkan kepada Kemendag agar bisa mencapai surplus neraca perdagangan.

"Saya sampaikan dengan bangga dan gembira per Desember 2021, rekor neraca perdagangan kita surplus diangka USD 35,34 miliar tertinggi sejak 15 tahun terakhir. Ekspor kita sendiri saja totalnya USD 230 miliar," jelasnya.

Adapun manfaat IK-CEPA bagi Indonesia, yaitu peningkatan kinerja makroekonomi Indonesia; peningkatan akses pasar dan ekspor produk Indonesia; peningkatan ekspor di bidang jasa; terciptanya iklim bisnis yang kondusif.

Kemudian, manfaat lainnya adalah kepastian dan keseragaman aturan perdagangan bagi pihak yang terlibat; peningkatan kinerja dan kualitas sektor jasa nasional, penyerapan tenaga kerja; peningkatan kerja sama ekonomi, asistensi teknis, transfer pengetahuan dan teknologi dari korea, serta peningkatan peran dan peluang UMKM.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel