Hasil Pilgub NTT Terancam Digugat

Kupang (ANTARA) - Hasil penghitungan suara pemilihan gubernur Nusa Tenggara Timur, terancam digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh paket calon gubernur usungan Gerindra Esthon Foenay-Paul Tallo, karena ditemukan banyak kecurangan.

"Kami akan menggugat hasil pilgub NTT, jika hasilnya tidak sesuai dengan penghitungan kami," kata Kuasa Hukum pasangan Esthon-Paul, Ali Antonius, Senin.

Kecurangan yang ditemukan, menurut dia, yakni dugaan politik uang di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang dilakukan istri salah satu pasangan calon gubernur, Ny Lusia Adinda Lebu Raya.

Di Kabupaten Sumba Barat Daya, katanya, salah satu ketua KPPS mencoblos 10 suara untuk memenangkan salah satu pasangan calon. "Kasus ini sudah diproses oleh panwaslu setempat," katanya.

Di Kabupaten Lembata, lanjutnya, ditemukan upaya tim sukses pasangan calon gubernur Frans Lebu Raya-Beny Litelnony yang diusung PDI Perjuangan untuk melakukan manipulasi suara sebanyak 10 ribu, dengan menawarkan kerja sama dengan Ketua DPC Gerindra Lembata. "Kami punya rekaman pembicaraan penawaran itu," katanya.

Kasus lainnya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), salah satu ketua PPK meminta tim sukses pasangan calon Esthon-Paul untuk menyerahkan C1-KWK untuk diubah. "Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk melanjutkan gugatan ke MK," katanya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Nusa Tenggara Timur, Nelci Ringu mengatakan, pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk memproses dugaan politik uang di Kabupaten TTS dan sejumlah laporan yang telah masuk ke Bawaslu. "Kami masih kumpulkan bukti-bukti," katanya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.