Hasil Pilkada Sumba Barat Daya Diuji MK

Kupang (Antara) - Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Timur Djidon de Haan meminta semua pihak menunggu hasil Pilkada Sumba Barat Daya yang sedang diuji di Mahkamah Konstitusi.

"KPU minta masyarakat, khususnya Sumba Barat Daya untuk bersabar karena hasil Pilkada masih diuji di MK," kata Djidon de Haan di Kupang, Selasa, terkait proses Pilkada SBD yang menuai protes karena KPU dinilai tidak netral dalam melaksanakan pleno rekapitulasi penghitungan suara.

Dia mengatakan tidak mengikuti secara datail proses pleno rekapitulasi penghitungan suara pada PPS, PPK dan KPU sampai pada penetapan pasangan calon terpilih.

"Kami tunggu saja, apa yang akan diputuskan MK. KPU tentu akan melaksanakan apapun yang akan diputuskan MK," katanya.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Kornelius Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto atau KONco OLE ATE, menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan itu karena keputusan KPU SBD yang menetapkan pasangan Markus Dairo Talu-Dara Tanggu Kaha ( MDT-DT) sebagai bupati dan wakil bupati terpilih periode 2003-2018 dinilai penuh dengan rekayasa.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menetapkan pasangan calon Markus Dairo Talu- Dara Tanggu Kaha (paket MDT-DT) sebagai Bupati dan Wakil Bupati SBD terpilih.

Pasangan MDT-DT ini mendulang suara terbanyak, yakni 81.543 suara atau 47,62 persen dari total suara sah.


Posisi kedua ditempati pasangan Kornelius Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto (paket KONco OLE ATE) yang meraih 79.498 suara (46,43 persen) dan pasangan Jacob Malo Bulu-John Mila Mesa Geli (Paket Manis) dengan 10.179 suara (5,94 persen).

Dia mengatakan telah menyiapkan lebih dari 30 orang saksi. Semua sudah berada di Jakarta untuk memberikan keterangan dalam sidang di MK.

Selain menyiapkan para saksi, dokumen C1 KWK sudah disiapkan seluruhnya untuk dijadikan sebagai alat bukti di sidang Mahkamah Konstitusi.

Kornelis Kodi Mete yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Sumba barat Daya itu menjelaskan, dari dokumen C1 KWK, telah terjadi pengembungan suara di dua kecamatan yakni Kecamatan Wewewa Tengah dan Wewewa Barat.

Perolehan suara yang ditetapkan di tingkat PPK dan KPU tidak sesuai dengan data C1 KWK, kata Kodi Mete.

Dia juga meminta masyarakat SBD untuk menyikapi masalah hasil Pilkada ini secara arif dan bijaksana.


Khusus kepada para pendukung pasangan itu, dia meminta untuk tidak emosional agar SBD tetap aman dan damai.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.