Hasil Riset Kualitas Tidur ala Zepp health: Berapa Kualitas Tidur Orang Indonesia?

Merdeka.com - Merdeka.com - Di bulan suci Ramadan, kegiatan tidur mendapat keistimewaan, karena dapat menghindari kegiatan yang dapat membatalkan puasa. Apalagi tidur yang cukup, terbukti secara ilmiah dapat mendatangkan efek langsung yang baik bagi tubuh.

Tidur yang cukup, selain berdampak langsung seperti badan lebih fit, menjaga kondisi mood, juga baik untuk menjaga daya tahan kekebalan tubuh dan fungsi otak. Ini tentu baik bagi kita sehingga menjadi lebih produktif, meningkatkan daya ingatan, lebih fokus dan konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Namun, tahukah Anda, berapa durasi yang dibutuhkan untuk waktu tidur yang ideal dan kenyataan yang terjadi di negara-negara lain di dunia konsumsi dan durasi tidurnya?

Nah, baru-baru ini aplikasi Zepp health mengeluarkan hasil riset dan studi terkait jumlah rata-rata tidur harian di beberapa negara dan kaitanya dengan kesehatan.

Hasil risetnya menemukan, durasi waktu tidur per hari seseorang sangat menentukan dan berkaitan erat dengan indeks kesehatannya, seperti BMI, tensi jantung, hingga rata-rata tingkat stres seseorang.

Selain itu, Zepp health juga menemukan bahwa terdapat hubungan erat jumlah langkah kaki harian seseorang dengan kualitas dan jumlah tidur seseorang serta berkaitan terhadap kesehatan jantung.

Penelitian secara global itu menemukan pada 2021 rata-rata durasi tidur seseorang adalah 7 jam 9 menit, terjadi penurunan 2 menit dibandingkan tahun sebelumnya.

Menariknya, pria jauh lebih cepat dalam durasi tidur, dibandingkan dengan wanita yang sekitar 15 menit lebih cepat.

Durasi Tidur Orang Indonesia Terendah

smartwatch amazfit gts 2 mini
smartwatch amazfit gts 2 mini

©2021 Merdeka.com

Data ini diambil dari total sampel penduduk dunia, dan menariknya Indonesia berada di posisi terendah dibandingkan beberapa negara terkait rata-rata durasi tidur harian penduduknya. Detailnya, rata-rata orang di Indonesia hanya tidur sebanyak 6 jam 36 menit per hari. Di bawah Jepang yang berdurasi tidur rata-rata penduduknya sebanyak 6 jam 44 menit dan Malaysia 6 jam 46 menit.

Sedangkan Belgia, Republik Irlandia, dan Belanda adalah tiga negara dengan jumlah durasi rata-rata tidur penduduknya tertinggi: 7 jam 30 menit.

Secara global, penduduk di dunia dinyatakan kurang tidur atau tidur di bawah 7 jam sehari selama 59 hari dalam setahun. Hal ini meningkat sebanyak 7 hari dibandingkan tahun sebelumnya.

Lantas apa kaitan kurang tidur dan dampak langsungnya terhadap kesehatan?

Riset Zepp health itu menyebutkan, setelah 7-8 jam beristirahat, tingkat BMI, detak jantung, dan skor tidur seseorang menunjukkan hasil positif dan jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidur di bawah 7 jam. Selain itu, masing-masing individual yang tidur 7-8 jam per hari, menunjukkan tingkat stres berada di level rileks. Detak jantung pun berada pada titik paling optimum ketika tidur di antara 7 jam sehari.

Zepp health juga memiliki temuan korelasi, yakni jumlah langkah kaki saat berjalan per hari mampu meningkatkan kualitas tidur seseorang. Setidaknya mereka yang setiap hari secara konsisten berjalan kaki sebanyak 8.000- 16.000 langkah, memiliki tingkat kualitas tidur tertinggi.

Persoalannya, bagaimana cara memonitor kesehatan termasuk kualitas tidur kita?

Kini mudah berkat teknologoi smartwatch. Amazfit, pengembang perangkat kesehatan harian, memiliki produk smartwatch dengan segudang fitur yang mampu mengukur tingkat stres, jumlah langkah harian, BMI, hingga membaca kualitas tidur harian.

Melalui lini produk seperti Bip U series, GT2, GTS 2 mini, Trex series, hingga produk terbaru GT3, menawarkan beberapa fitur utama yang mampu memantau beberapa poin penting kesehatan tersebut melalui teknologi somnuscare.

Berkat teknologi Somnuscare (generasi pertama), pengguna dapat merekam tahap tidur dasar ringan, dalam, dan waktu bangun, detak jantung tidur mereka, dan diberikan skor tidur untuk meringkas seberapa baik tidurnya. Mereka juga dapat menerima rekomendasi tentang cara meningkatkan kebiasaan tidur.

Pada generasi kedua, kemampuannya bertambah karena dapat melacak tahap tidur REM, dan - dalam kombinasi dengan mesin pemantau oksigen darah OxygenBeats kami - kualitas pernapasan tidur mereka.

Hal inilah yang membuat Amazfit menonjol di pasar smartwatch dengan penambahan pelacakan tidur siang, yang tidak terlalu umum di jam tangan pintar lain di pasaran.

Lalu di generasi ketiga mesin pemantau tidur AI yang hadir di seri Amazfit GTR 3 dan GTS 3, pengguna juga dapat melacak laju pernapasan mereka selama tidur malam. Ini salah satu parameter kesehatan penting yang sering diabaikan dan tidak umum di industri jam tangan pintar.

Produk Amazfit dapat ditemukan di official store e-commerce dan khusus pembelanjaan di Shopee dan Tokopedia selama Ramadan ini, berkesempatan mendapatkan potongan harga hingga Rp 1,35 juta dan diskon belanja hingga 55 persen. [sya]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel