Hasil Survei: Orang Indonesia Punya Niat Ganti Mobil Listrik

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tak kalah dengan dengan negara-negara di Eropa dan Amerika, masyarakat di Asia Tenggara (ASEAN) ternyata mendambakan mobil listrik sebagai moda transportasi pilihannya. Ini diketahui berdasarkan hasil studi edisi kedua, kolaborasi Nissan dan Frost & Sullivan.

Berdasarkan hasil studi tersebut, 37 persen pengemudi mobil yang ikut survei menyebut akan mempertimbangkan pembelian kendaraan berikutnya dengan teknologi yag lebih ramah lingkungan, dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.

Responden dari survei tersebut, berasal dari warga di tiga negara kawasan Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, dan Filipina. Mereka amat bersemangat untuk memilih mobil listrik sebagai kendaraannya.

Regional Vice President Nissan Asean, Isao Sekiguchi mengatakan, konsumen di wiayah Asia Tenggara kini melihat mobil listrik sebagai saran transportasi layak untuk mendukung aktivitas mereka.

"Kami menemukan fakta bahwa konsumen melihat mobil listrik sebagai sarana yang lebih ramah lingkungan, dan mengurangi tekanan di kota-kota besar," ujarnya dalam Webinar 'Nissan Future: Electrification & Beyond', Kamis 4 Februari 2021.

Saat ini, kata dia, Nissan memenuhi komitmennya agar kendaraan ramah lingkungan mudah dijangkau oleh banyak orang. Salah satunya dengan mengenalkan jajaran mobil listrik ke berbagai negara di Asia Tenggara, bahkan memproduksi produk Nissan e-Power di luar Jepang.

"Kami telah memperkenalkan kendaraan listrik ke Singapura, Malaysia, Thailand dan Indonesia, serta HongKong. Bahkan Thailand menjadi negara pertama di luar Jepang yang memproduksi mobil Nissan e-POWER," paparnya.

Sekadar diketahui, saat ini ada teknologi otomotif bernama e-Power. Ini dikembangkan oleh Nissan untuk memberikan keseruan dalam mengemudikan mobil listrik, tanpa harus repot memikirkan pengisian daya ulang (charging) baterai.