Hasil Uji Klinis Fase 3 di Inggris: Efikasi Vaksin COVID-19 Novavax 89,3 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Novavax menyatakan bahwa berdasarkan hasil uji klinis fase 3 yang dilakukan di Inggris, vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan memiliki efikasi hingga 89,3 persen.

Dikutip dari siaran pers di laman resminya pada Jumat (29/1/2021), Novavax mengatakan bahwa studi tersebut dilakukan selama periode penularan yang tinggi dan dengan varian baru virus corona yang beredar secara luas.

"Dengan hasil hari ini dari uji klinis Fase 3 Inggris dan Afrika Selatan Fase 2b kami, kami sekarang telah melaporkan data tentang vaksin COVID-19 kami dari uji coba Fase 1, 2, dan 3 yang melibatkan lebih dari 20.000 peserta," kata Stanley C. Erck, Presiden dan CEO Novavax.

Erck juga menyebutkan bahwa uji klinis PREVENT-19 di Amerika Serikat dan Meksiko telah melibatkan 16 ribu peserta secara acak dengan tujuan hingga 30 ribu partisipan.

"NVX-CoV2373 adalah vaksin pertama yang menunjukkan tidak hanya kemanjuran klinis yang tinggi terhadap COVID-19 tetapi juga kemanjuran klinis yang signifikan terhadap varian Inggris dan Afrika Selatan yang berkembang pesat," ujarnya.

Erck mengatakan, vaksin COVID-19 bernama NVX-CoV2373 tersebut berpotensi memainkan peran penting dalam krisis kesehatan masyarakat dunia.

Hasil Studi Vaksin di Inggris

Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)
Ilustrasi Vaksin Virus Corona COVID-19. (File foto: AFP / John Cairns)

Studi di Inggris melibatkan lebih dari 15 ribu peserta berusia 18 hingga 84 tahun, dengan 27 persennya di atas 65 tahun. Analisis pertama didasarkan pada 62 kasus, di mana 56 kasus COVID-19 ditemukan di kelompok plasebo, sementara 6 kasus ditemukan di kelompok vaksin.

Hasil itu menghasilkan estimasi titik efikasi vaksin sebanyak 89,3 persen. Dari 62 kasus kelompok plasebo, 61 kasus termasuk ringan atau sedang dan 1 kasus berat.

Analisa awal menunjukkan bahwa berdasarkan PCR yang dilakukan terhadap strain dari 56 kasus dari 62 kasus, efikasi terhadap strain asli COVID-19 sebesar 95,6 persen dan 85,6 persen untuk varian baru Inggris.

Analisa interim juga menunjukkan bahwa efek samping yang parah dan serius, serta butuh penanganan medis terjadi pada tingkat yang rendah dan seimbang antara kelompok vaksin dan plasebo.

Hasil ini disambut baik oleh Inggris. Health Secretary Matt Hancock mengatakan bahwa apabila disetujui oleh regulator, vaksin Novavax akan menjadi pendorong signifikan untuk program vaksinas mereka dan "senjata lain dalam gudang senjata untuk mengalahkan virus yang mengerikan."

Dikutip dari laman Gov.uk, Nadhim Zahawi, Vaccines Minister, mengatakan bahwa ia sendiri telah mengambil kesempatan berpartisipasi dalam uji klinis vaksin corona Novavax.

"Saya sangat senang melihat hasil yang begitu positif. Saya ingin berterima kasih kepada ribuan sukarelawan percobaan, yang tanpanya hasil ini tidak akan mungkin tercapai," ujarnya.

"Sekarang menjadi tugas regulator untuk melakukan pekerjaan penting dalam menilai kemanjuran dan keamanan vaksin ini, tetapi jika disetujui, ini akan menjadi dorongan lebih lanjut untuk program vaksinasi kita."

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini