Hasrat Warga India Beli Emas Menurun Saat Pandemi COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New Delhi - Para penjual emas India yang menaruh harapan pada musim festival tahunan bulan lalu mengalami kecewaan mendalam.

Pasalnya, penjualan mereka lesu. Terdampak oleh penguncian (lockdown) sebagai upaya untuk memerangi ledakan infeksi COVID-19.

Mereka sekarang harus menggantungkan harapan pada periode puncak besar berikutnya setelah musim sebelumnya di India berakhir tanpa hasil, demikian dikutip dari Nikkei Asia, Senin (7/6/2021).

Para penjual juga berharap krisis COVID-19 mereda dan harga emas kembali pulih dari posisi terendah bulan Maret 2021.

Dua bulan yang lalu, toko perhiasan India optimis tentang jumlah permintaan menjelang Akshaya Tritiya 14 Mei 2021, yang merupakan hari suci bagi umat Hindu, di mana pembelian emas dianggap menguntungkan.

Pada Maret 2021, harga emas acuan turun ke level terendah. Tetapi situasi COVID-19 dengan cepat memburuk.

"Segalanya terlihat positif awal tahun ini, tetapi lonjakan cepat dalam kasus COVID-19 dan penguncian berikutnya telah mengubah segalanya," kata Vijay Soni, yang menjalankan toko perhiasan kecil di New Delhi.

India, konsumen emas terbesar kedua di dunia setelah China, sekarang memiliki jumlah total infeksi tertinggi kedua di dunia (di belakang AS).

Sunil Jain, yang memiliki toko perhiasan di New Delhi, India mengatakan dia tidak melakukan bisnis apa pun sejak ibu kota New Delhi mengalami pekuncian pada 20 April 2021.

"Hingga awal April tahun ini, bisnisnya bagus karena harga emas turun menjadi sekitar 45.000 rupee atau setara Rp 8,8 juta per 10 gram dan kasus COVID juga tidak terlalu tinggi."

"Kami berharap bisa melakukan bisnis yang baik di festival Akshaya Tritiya pada Mei. Tetapi sekarang sudah lebih dari sebulan kami tidak menjual apa-apa," kata Jain.

"Ini akan memakan waktu untuk memulihkan bisnis," kata Jain, menunjukkan bahwa penjualan dapat meningkat dari November dan seterusnya ketika musim pernikahan dimulai."

"Selalu ada permintaan selama musim pernikahan."

Jain bukan satu-satunya yang menderita. Penjualan emas naik di atas 100 miliar rupee (US$ 1,36 miliar) selama festival Akshaya Tritiya pada 2019, tetapi jatuh menjadi hanya lima miliar rupee tahun lalu karena pandemi dan lockdown.

China Alami Hal Serupa

Ilustrasi menabung emas | Pixabay
Ilustrasi menabung emas | Pixabay

Permintaan di China juga tetap lemah setelah libur Tahun Baru Imlek, waktu yang menguntungkan bagi banyak orang untuk membeli perhiasan, pada Februari tiap tahunnya.

Pengecer emas di China juga mengeluh bahwa mereka kehilangan kesempatan bagus untuk meraih penjualan saat harga lebih rendah.

"Kami belum melihat permintaan yang kami harapkan dengan penurunan harga emas," kata seorang penjual di cabang pusat perbelanjaan Shanghai.

Orang India biasanya menikah antara bulan November dan Mei. Mengingat situasi COVID-19 di India sekarang, banyak yang menunda pernikahan mereka hingga akhir tahun ini.

"Secara umum masyarakat India lebih memilih untuk membeli emas sebagai aset. Jadi, setelah lockdown selesai, pelanggan secara bertahap dapat mulai membeli lagi meskipun harga sekarang sudah mulai naik," kata Jain.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel