Hasto berkunjung ke Desa Sade, NTB dan kenakan pakaian adat

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berkunjung ke Desa Sade, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Jumat, untuk melihat kehidupan dan gaya gotong royong warga setempat yang mempertahankan adat suku Sasak.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, Hasto dan rombongan, antara lain Sekretaris Umum DPP Bamusi sekaligus anggota Komisi VII DPR RI Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah dan Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat, memperoleh sambutan dari Kepala Desa Sade. Ketika memperoleh sambutan, Hasto dikalungi kain tenun di lehernya.

Doktor Ilmu Pertahanan itu kemudian disambut dengan alunan musik lokal di pintu gerbang. Hasto dan rombongannya dipersilakan menuju sebuah balai desa untuk duduk sejenak menyaksikan budaya dan adat Desa Sade setelah disambut oleh Kepala Desa Sade.

Salah satu kebudayaan yang disajikan Desa Sade ialah Tari Paresean.

Setelah menyaksikan budaya dan adat Desa Sade, Hasto kemudian diajak berkeliling di Desa Sade. Rumah-rumah tersebut menggunakan bahan yang sangat alami. Atap rumah menggunakan anyaman rumput alang-alang.

"Di sini dari dulu sampai sekarang cuma ada 150 rumah dan 150 KK," kata kepala desa memberikan informasi kepada Hasto.

Hasto lalu diajak masuk ke salah satu rumah tradisional Desa Sasak. Hasto melihat dengan saksama bangunan rumah dan ornamen di dalamnya.

Di bagian depan rumah, Hasto langsung melihat tempat tidur.

"Ini masuk langsung tempat tidur?" kata Hasto.

"Iya, benar. Di sini biasanya orang tua tidur. Di belakang itu baru dapur," kata kepala desa.

Kepala desa juga menyampaikan untuk membersihkan rumah, mereka menggunakan kotoran kerbau.

Setelah melihat bagian depan dan belakang rumah, Hasto lalu kembali ke luar. Di luar, Hasto dipakaikan pakaian adat Desa Sasak.

"Ini kain Serat Penenang," kata seorang ibu memberikan pakaian adat kepada Hasto.

Hasto juga dipakaikan udeng dan diberikan keris. Kain merah tampak menutup pinggangnya.

Pada kesempatan itu, Doktor Ilmu Pertahanan itu turut membeli sejumlah kain tenun buatan masyarakat Desa Sade.