Hasto: Kader PDIP di DPRD Korupsi Akan Dipecat Seketika

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri kepada anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Hal tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis anggota DPRD PDIP yang dihadiri ribuan anggota dewan daerah dari Lampung, DKI Jakarta, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

"Kita ingatkan pesan dari Ibu Megawati Soekarnoputri untuk tidak melakukan korupsi, untuk tidak menyalahgunakan kekuasaan," ujar Hasto di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/11/2019).

Hasto mengungkap, DPP PDIP mengirimkan surat edaran kepada kader supaya tidak melakukan tindakan menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri. Apalagi, kata dia, negara sudah memberikan gaji yang cukup untuk anggota dewan.

"Negara sudah memberikan yang memadai untuk hidup sebagai wakil rakyat," kata Hasto.

Hasto mengingatkan pesan Megawati Soekarnoputri bahwa kader yang korupsi bakal langsung dipecat.

"Maka pesan Ibu Ketua Umum, mereka yang korupsi takkan mendapat tempat, dipecat seketika," tegas Sekjen PDIP ini.

Hidup Sederhana

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto memberi keterangan terkait Pemilu 2019 saat jumpa pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (16/4). Kelima, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri memerintahkan jajarannya memenangkan pilpres dan pileg sebagai satu tarikan napas perjuangan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dalam kesempatan itu, Hasto juga mengingatkan anggota dewan dari PDIP untuk hidup sederhana. "Jadi bukan hidup bermewah-mewah. Hiduplah sederhana," sebutnya.

Hasto juga meminta anggota dewan membuat kebijakan politik untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Kata dia, PDIP akan menggelar sekolah bagi pimpinan DPRD untuk memperkuat isi tersebut. Dia juga meminta anggota DPRD memahami ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hasto meminta pula anggota dewan di daerah paham kondisi geopolitik. Dia menceritakan konflik Timur Tengah terjadi karena tak lepas intervensi asing. Di Indonesia, menurut Hasto sudah ada beberapa upaya yang berkaitan dengan kasus intoleransi.

"Maka sebagai pengusung utama pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, seluruh kader kita wajib memahami geopolitik itu. Setidaknya untuk mencegah jangan sampai kepentingan asing memainkan politik di dalam negeri. Anda harus pahami bahayanya intervensi asing dalam politik sebuah bangsa," ujar Hasto.

"Mari bersama-sama melihat tantangan ideologi kita untuk mencegah bahayanya gerakan manipulator agama itu," tegasnya.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: