Hasto Mengaku Ditawari Kursi MenPAN RB, Pilih Urus Partai

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pengganti almarhum Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN-RB) telah dibahas Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Tentu dengan melihat hak prerogatif Presiden Joko Widodo yang akan memilih menterinya.

Meski belum mau menyebut nama yang telah dibahas Megawati, Hasto memastikan bukannya yang akan mengisi kursi Menpan-RB.

"Nama-nama sudah dibahas. Siapa itu? Bukan saya, karena saya lebih memilih membantu Bu Megawati mengurus partai. Nanti Bu Megawati yang serahkan (nama menteri PAN-RB yang baru, red) ke pak Jokowi," ujar Hasto di Universitas Hasanuddin Makassar, Kamis (29/7).

Megawati Soekarnoputri sudah berkomunikasi dengan Jokowi membahas pengganti Tjahjo. Megawati dan Jokowi sering berkomunikasi langsung dan sering bertemu.

PDIP Klaim Punya Banyak Stok Menteri

Hasto mengatakan, PDIP punya banyak stok figur mumpuni sebagai menteri. Bila ditawari, Hasto mengaku lebih memilih mengurus partai daripada menjadi menteri.

"Kita partai (PDIP, red) punya stok pemimpin yang banyak. Kalaupun saya ditawari, izin saya ngurus partai saja. Saya ngurus partai saat ini. Bukan menjadi pejabat," ucap Hasto.

"Itu (jabatan menteri, red) nanti penugasan Ibu Megawati. Tapi skala prioritas itu bagi saya bisa menjadi Sekjen saja sudah satu kehormatan. Dan PR (pekerjaan rumah, red) kita masih banyak," terangnya.

Di sisi lain Hasto meminta soal kursi menteri PAN-RB tidak banyak dibicarakan untuk menghormati sosok Tjahjo Kumolo.

"Apa pun, pak Tjahjo sekjen (PDIP) senior, beliau sosok yang sangat baik. Pas beliau wafat kan kita tahu bagaimana ungkapan duka itu banyak sekali. Mohon dipahami masa berduka itu 40 hari," kata Hasto. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel