Hasto Puji Perjuangan Rudy Hartono Harumkan Merah Putih di Dunia

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menjelaskan alasan partainya menggelar perayaan imlek tahun ini, meski berlangsung sederhana. Menurut dia, perayaan tahun baru yang diyakini umat Khonghucu dan warga keturunan Tionghoa itu adalah wujud PDIP sebagai rumah kebangsaan dari semua warga negara.

"Ya inilah PDI Perjuangan sebagai rumah kebangsaan Indonesia Raya. Kami selalu diajarkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri bagaimana kita harus selalu menggelorakan semangat kebangsaan semangat Indonesia untuk semua," kata Hasto saat berbicara dalam acara dialog bertema Imlekan Bareng Banteng', secara virtual, Jumat 12 Februari 2021.

Baca juga: Kapolres Bogor: Kecil Kemungkinan Konvoi Moge Itu Akan Lolos

Ia bercerita, keberagaman adalalah identitas nasional bangsa Indonesia. Hasto menuturkan, atlet bulutangkis Rudy Hartono telah menjadi idolanya sejak kecil. Meski berdarah Tionghoa, Rudy mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara All England. Baginya, membela bangsa bukan dilihat dari latar belakang seseorang.

"Beliau berjuang karena ingin menegakkan merah putih agar berkibar di angkasa raya. Itu lah yang mendorong mengapa kami termasuk juga dengan teman- teman dari NU, Muhammadiyah ketika proses pilkada, proses penempatan calon legislatif. Yang kami lihat adalah aspek kualitasnya. Oleh Bu Mega diajarkan, harus ada psikotes, sehingga yang dikedepankan adalah kualitas kepemimpinannya," kata dia.

Hasto pun bercerita, dirinya pun melakukan ritual khusus demi mengikuti perayaan Imlek. Pria asal Yogyakarta itu tadi pagi, bahkan sempat menyapu rumahnya hingga menanak nasi dengan cara khusus.

"Ternyata ada prosesi untuk jangan menyapu rumah dari belakang ke depan rumah, tetapi dari depan ke belakang. Ya saya ikutin itu, saya jalanin, supaya rezekinya tidak hilang," kata Hasto.

"Kemudian memasak di rice cooker, kita isi dengan nasi sampai penuh. Itu mencerminkan agar bangsa Indonesia bisa sejahtera, rakyatnya cukup sandang pangan. Simbol-simbol kesejahteraan itu simbol dari Imlek," sambungnya. Tradisi- tradisi itulah, kata Hasto, coba dipelajarinya dengan sederhana tapi bermakna dalam.