Hasto Sebut Duluan Megawati Ingatkan Jakarta Tenggelam Sebelum Biden

·Bacaan 3 menit

VIVA – Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyinggung pidato Presiden Amerika Serikat Joe Biden soal prediksi Jakarta akan tenggelam dalam beberapa tahun ke depan. Tapi ia mengaku, sebelum Biden menyampaikan itu dan menjadi perbincangan publik saat ini, jauh sebelumnya sudah disampaikan dan diingatkan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Bahkan, kata Hasto, hal itu pula beberapa kali diingatkan dan disuarakan oleh Megawati yang juga Ketua Umum PDIP itu, dalam berbagai kesempatan. Itu dikatakan Hasto, saat DPP PDI Perjuangan meluncurkan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi.

"Kemarin ketika Joe Biden prediksi Jakarta akan tenggelam tiba-tiba semua ribut. Padahal dari kronologis, Ibu Mega sejak awal sudah ingatkan hal itu," kata Hasto Kristiyanto, saat launching acara yang digelar secara virtual dari Kantor Pusat PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Agustus 2021.

Hasto mengatakan, atas arahan Megawati, partainya sudah mengirim surat resmi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Isinya mengingatkan agar Jakarta bersiap-siap ketika ada bencana datang. Tujuannya agar seluruh masyarakat waspada akan mitigasi bencana, terlebih posisi Indonesia berada di cincin api atau ring of fire Pasifik.

Kata Hasto, sejak lama ketua umumnya mengingatkan tentang potensi bencana di Ibu Kota akibat perubahan iklim tersebut. Letak Jakarta tak jauh dari Selat Sunda, yang di sana ada Gunung Krakatau dan masih aktif. Jakarta juga punya banyak gedung tinggi yang harus dipastikan memiliki sistem anti gempa.

"Inilah bukti kronologis bagaimana Ibu Mega menaruh perhatian besar. Inilah tacit knowledge kepemimpinan strategis beliau. Tak heran Unhan (Universitas Pertahanan) memberi gelar profesor kepada Ibu Mega. Karena kepemimpinan beliau visioner dan strategis," tutur Hasto.

Hasto pula mengingatkan, pada 2015, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP sudah menggelar pelatihan bersama Basarnas. Saat itu, Megawati meminta agar PDIP membangun batalyon khusus yang siap turun ke wilayah bencana. Instruksi kepada Baguna juga meminta seluruh kader Baguna bekerja, tanpa memperhatikan latar belakang pilihan politik masyarakat terdampak.

"Kami ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung pelatihan mitigasi berjalan dengan baik. Akan diresmikan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi," kata Hasto.

Di kesempatan yang sama, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, mengakui bahwa pihaknya mendukung peringatan dari Megawati agar budaya kesiapsiagaan menghadapi bencana segera dibangun. Sebab selain berada di wilayah ring of fire, Indonesia juga berada di wilayah tumbukan lempeng tektonik.

Itu pula sebabnya, pulau-pulau di Indonesia berbentuk unik. Misalnya Pulau Sulawesi yang bentuknya seperti huruf K. Hal ini disebabkan oleh wilayah Indonesia yang berada di wilayah tumbukan lempeng tiga arah.

Letak Indonesia berada di antara dua samudra dan dua benua. Hal ini ternyata menjadi penyebab fenomena iklim dan cuaca Indonesia yang berbeda dengan daratan Amerika, Eropa, dan Australia. Akibatnya, cuaca di Indonesia cepat berubah, dinamis, sehingga terdampak perubahan iklim global.

Ada juga pulau yang rentan terkena perubahan muka air laut. Karena Indonesia wilayah maritim, suhu muka air laut kita mudah mengalami pemanasan.

"Inilah berdampak seperti prediksi BMKG, kemarau kali ini akan relatif lebih basah dari normalnya. Maka ada sebagian wilayah di Nusa Tenggara kekeringan, di wilayah utara ada banjir longsor, dan ada wilayah alami gempa bumi," tutur Dwikorita.

Sekadar diketahui, peringatan mitigasi bencana memang menjadi perhatian serius bagi partai kepala Banteng. Pada hari ini, saat peluncuran sistem peringatan dini, hadir sejumlah pengurus pusat dan beberapa kepala daerah asal PDIP.

Selain Megawati Soekarnoputri, dalam acara tersebut ada juga pimpinan lainnya seperti Djarot Saiful Hidayat, Komarudin Watubun, Ribka Tjiptaning, Sadarestuwati, dan Sukur Nababan. Secara virtual hadir Eriko Sotarduga, Mindo Sianipar, Sri Rahayu, Utut Adianto, Hamka Haq, Rudianto Tjen, Ahmad Basarah, Yanti Sukamdani, dan Yasonna Laoly.

Terlihat juga Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondakambey, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel