Hasyim Muzadi rahasiakan pendamping Khofifah di Pilgub Jatim

MERDEKA.COM. Hingga kini siapa bakal calon pendamping Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, masih belum jelas. Tim senior yang digawangi Hasyim Muzadi dan Salahudin Wahid atau Gus Solah, masih enggan membeber siapa calon wakil gubernur yang bakal mendampingi si Bunda Muslimat itu.

Padahal pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) tinggal lima hari lagi, yaitu pada 13-19 Mei. Namun Hasyim Muzadi yang dipasrahi Khofifah bersama Gus Solah untuk menjadi timses-nya berkukuh tidak membeber siapa calon wakil Khoffifah dengan takut salah.

"Saya belum bisa mengumumkannya sekarang. Nanti lah, mungkin antara tanggal 15 besok (15 Mei). Pendaftarannya juga kan masih lima hari lagi, kalau saya umumkan hari ini, nanti pada waktunya berubah. Nanti bapak-bapak (wartawan) akan tahu siapa calon wakilnya," kata Hasyim usai menghadiri acara Harlah Muslimat NU 67 dan Pencanangan Budaya Menulis Al-Qur'an 30 Juz PC Muslimat NU Kota Surabaya di Taman Bungkul Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/5).

Namun pada 15 Mei itu, lagi-lagi Hasyim kembali mengelak bahwa bukan dia yang akan mengumumkan bakal calon wakil Khofifah tersebut. "Nanti yang mengumumkan bukan saya. Yang berhak mengumumkan itu adalah partai pengusungnya (PKB). Soal saya dimintai saran, iya. Saya menerima banyak nama, iya," ujar Pengasuh Ponpes Al Hikam, Malang itu.

Hasyim, yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scolars (ICIS) ini, menyebut beberapa nama yang akan disandingkan dengan Khofifah saat ini sudah mengerucut ke empat nama. Namun, lagi-lagi Hasyim menolak mengungkap empat nama tersebut.

Dia hanya mengaku, dalam penjaringan nama-nama kandidat calon pendamping Khofifah ini, sebagai tim senior bersama Gus Solah, dia harus bekerja ekstra keras untuk menentukan siapa pendamping yang layak untuk Khofifah di Pilgub Jawa Timur yang akan digelar pada 29 Agustus mendatang.

"Saya belum bisa mengumumkan sekarang, karena memang bukan wewenang saya. Yang mengambil keputusan adalah partai. Dari pada nanti saya salah ngomong kan nggak enak," ucapnya berdalih.

Tak hanya itu, Hasyim juga enggan mengomentari desakan pertanyaan soal nama mantan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol (Purn) Herman Simawiredja yang masuk sebagai kandidat pendamping Khofifah. "Sekali lagi saya tegaskan, kita tunggu saja hasilnya nanti. Pada saatnya nanti, bapak-bapak (wartawan) akan tahu jawabannya. Yang jelas saat ini, semua pendukung Khofifah sudah sangat solid dan siap mendukung di Pilgub nanti," katanya.

Seperti diketahui, hingga kini muncul beberapa nama gencar diisukan akan mendampingi si Bunda Muslimat di Pilgub Jawa Timur nanti. Selain nama Herman, juga muncul nama Wakil Bendahara DPP Partai Golkar, Ridwan Hisyam, Halim Iskandar (Ketua DPW PKB Jatim), Hasan Aminuddin (Ketua Dewan Pembina Partai NasDem Jatim).

Dan nama yang dipastikan akan mendampingi Khofifah santer mengerucut ke nama Hasan Aminuddin. Namun, lagi-lagi Hasyim menyangkalnya. "Siapa nanti yang akan mendampingi Khofifah, ya kita lihat saja nanti pada waktunya," tandas dia.

Sebelumnya, nama dua kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yaitu Bambang Dwi Hartono dan Said Abdullah, juga santer dibicarakan sebagai kandidat kuat pendamping Khofifah. Namun beberapa hari lalu partai berlambang kepala banteng moncong putih itu, tak ingin berkoalisi dengan partai manapun.

PDIP memilih mengusung calonnya sendiri karena memiliki suara cukup untuk mengusung calon dari internal partai, yaitu 17 kursi di DPRD Jawa Timur. Dan nama yang diusung PDIP itu adalah Bambang DH dan Said Abdullah.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.